**Borneonews - Surabaya**, PT BPR Jatim (Perseroda), yang dikenal sebagai Bank Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), aktif memberikan dukungan kepada pelaku UMKM di Jawa Timur untuk menggapai pasar global. Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk memfasilitasi nasabah dalam mengekspor produk mereka.
Pimpinan Sub Divisi Kredit Program Bank UMKM, Andi Tri Laksono, menjelaskan bahwa lembaga ini berperan penting dalam membantu nasabah agar dapat melakukan ekspor produk lokal. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing serta membuka peluang di pasar yang lebih luas.
Andi menambahkan bahwa nasabah binaan yang memiliki potensi untuk mengekspor akan didorong untuk berpartisipasi dalam misi dagang, baik di dalam maupun luar negeri. Tujuan dari misi ini adalah untuk menggalang hubungan *business to business* (B2B) dengan pengusaha yang ada di negara atau wilayah tertentu.
Selain itu, Bank UMKM juga memberikan pendampingan kepada nasabah dalam mengurus berbagai perizinan yang diperlukan untuk melakukan ekspor. Di antara izin-izin tersebut termasuk *Nomor Induk Berusaha* (NIB), *IPAL-AMDAL*, Izin Gangguan (*HO*), *Sumber Daya Alam* (SDA), dan *Izin Pangan Produksi Terdaftar* (IPRT). Proses sertifikasi halal untuk produk UMKM juga menjadi salah satu fokus utama yang difasilitasi oleh bank ini.
Bank UMKM juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM, baik dari aspek desain, kemasan, maupun standar produksi yang berlaku.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan kapasitas nasabah binaan. Program pelatihan dihadirkan untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam pengelolaan keuangan dan pembuatan laporan keuangan yang baik.
Sebagai dukungan lebih lanjut untuk mendorong ekspor, Bank UMKM menawarkan sejumlah program pembiayaan yang unggul dengan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional lainnya. Salah satunya adalah Paket Kredit Petani Jawa Timur yang memberikan pinjaman perorangan hingga Rp50 juta. Untuk kelompok tani atau koperasi pertanian, tersedia pinjaman hingga Rp250 juta dengan suku bunga 6 persen per tahun.
Program lainnya, yaitu dana bergulir, menawarkan plafon pinjaman hingga Rp300 juta dengan suku bunga yang sangat menarik, yaitu 4 persen per tahun.
Tidak ketinggalan, Andi mengungkapkan bahwa Bank UMKM juga memiliki program bernama Prokesra. Program ini memberikan pinjaman hingga Rp25 juta dengan suku bunga flat 3 persen per tahun.
"Dana bergulir ini dapat digunakan untuk sektor umum dengan bunga yang terjangkau, sehingga memberikan peluang bagi UMKM untuk memperbesar modal dan meningkatkan usaha mereka," tegas Andi.
ANTARA
Bank UMKM Jatim Dukung Pelaku UMKM Eksplorasi Pasar Global
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kehadiran Siswa Rendah saat PJJ, Disdik Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan UAS Desember ke Januari 2027
Polisi Tangkap Terduga Pencuri Perengkat Telekomunikasi Milik Telkomsel di Kotim
RSUD dr Murjani Sampit Matangkan Persiapan Akreditasi.?
Motor Terbakar di Tengah Jalan Kampung Melayu Banjarmasin
Wali Kota Palangka Raya Tanggapi Penetapan Karhutla Kategori Sedang
Pencarian 53 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Berlangsung
Komentar (0)
Memuat komentar…







