PONTIANAK –
**Borneonews - Sambas**, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, kembali berupaya mengembangkan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Lada yang terletak di Desa Sendoyan. Upaya ini difokuskan pada diversifikasi produk lada. Kepala Bidang Industri Diskumindag Kabupaten Sambas, Vivin Elviana, menyatakan bahwa dalam proses diversifikasi produk ini, pihaknya telah menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk dan menambah variasi yang dihasilkan oleh sentra tersebut. Saat ini, Sentra IKM Lada menghasilkan beberapa produk, di antaranya lada bubuk kemasan dalam botol, baik dari jenis lada putih maupun hitam. Selain itu, mereka juga memproduksi *tanak lada*, yang merupakan makanan khas dari Sambas. Vivin menjelaskan bahwa pelatihan dan pendampingan akan dilakukan untuk menambah variasi produk yang dihasilkan, seperti pembuatan *saos lada hitam* dan *ebi lada hitam*. Ia mengharapkan agar para pelaku industri kecil menengah di Desa Sendoyan terus berinovasi dan berkembang agar dapat bersaing dan maju di pasar. Gedung atau bangunan Sentra IKM Lada di Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, dibangun sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan negara. Pembangunan ini memiliki total anggaran mendekati Rp6 miliar, yang merupakan langkah strategis dalam hilirisasi produk lada untuk pasar ekspor. Dukungan terhadap pengembangan sentra IKM Lada ini datang dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Selain itu, lembaga seperti LPEI, BPTP Pontianak, PLN, dan sejumlah lembaga lainnya juga menunjukkan kontribusi mereka dalam mendukung kemajuan sentra ini. ANTARA