JAKARTA –
**Borneonews - Solo**, Atlet tenis kursi roda asal Papua, Siti Hanna Komala, menyatakan bahwa ia merasakan persaingan yang sangat ketat di kategori tunggal putri elite dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang berlangsung di Solo. Menurut Siti, suasana di turnamen ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pertandingan lainnya. Siti Hanna menjelaskan, "Atmosfer di sini sangat berbeda, persaingannya juga lebih sulit. Euforia yang dirasakan juga tidak sama. Intinya, ini adalah pengalaman yang sangat berbeda bagi saya." Atlet berusia 33 tahun ini berhasil membawa pulang medali emas untuk Papua dalam cabang tenis kursi roda setelah berhasil mengalahkan Ndaru Patma Putri, unggulan dari kontingen Yogyakarta, dalam babak final dengan skor 2-0 (6-3 dan 7-5). Ini menjadi satu-satunya sumbangan medali emas untuk Papua dalam ajang tersebut. Siti Hanna mengungkapkan bahwa keberhasilannya ini merupakan buah dari kerja keras dan latihan intensif selama satu tahun di pemusatan latihan yang dilaksanakan di Solo. Ia mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, perjuangan ini tidak akan mengkhianati hasil. Kami telah berlatih dengan sangat serius, baik dari segi fisik maupun segala sesuatunya dari awal. Ini adalah hasil kerja keras kami selama ini." Medali emas yang diraih ini juga dipersembahkan untuk anaknya yang selalu mendukungnya dari rumah di Banten. Dengan sumbangan satu medali emas tersebut, Papua menempati posisi kedua dalam perolehan medali dengan catatan satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Sementara itu, Yogyakarta berhasil menjadi juara umum di cabang tenis kursi roda dengan total enam medali, terdiri dari tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. ANTARA