MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Sumatera Utara berhasil meraih prestasi gemilang pada cabang olahraga para renang dengan membawa pulang tiga medali emas dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah. Capaian ini menjadi bukti kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Pelatih para renang Sumut, Brian Howard, mengungkapkan bahwa pencapaian tiga medali emas ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah. Pada tahun 2016, Sumatera Utara hanya berhasil mendapatkan dua medali emas, dan saat Peparnas 2021 di Papua, mereka kembali meraih jumlah yang sama. "Di tahun ini, kami berhasil mengumpulkan tiga emas. Semua atlet kami di sini juga sukses menyabet medali," jelas Brian di Solo pada Sabtu. Salah satu medali emas disumbangkan oleh Yecikarani yang berhasil menjadi yang tercepat dalam final 100 meter gaya dada S13 putri dengan catatan waktu 1:47,87 detik. Selain itu, Yecikarani juga meraih emas di nomor 50 meter gaya dada S13 putri. Fadli Ramadhan, atlet lainnya, menunjukkan performa mengesankan dengan meraih medali emas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu S6 putra dengan waktu 40,54 detik. Brian Howard menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras yang ditunjukkan oleh para atletnya saat berada di Solo. Capaian ini dinilai sebagai sebuah sejarah baru bagi cabang para renang di Sumut dengan berhasil meraih tiga medali emas sekaligus. meskipun demikian, ia tetap mengingatkan para atlet untuk tidak berpuas diri. "Kami masih memiliki banyak evaluasi yang harus dilakukan setelah kembali ke daerah," imbuhnya. Menurutnya, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti ketahanan fisik dan konsistensi dalam latihan. Ia berharap dalam empat tahun ke depan, terlebih bagi Yecikarani dan Fadli, mereka dapat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan nasional, mengingat prestasi yang telah diraih mendekati rekor. Fadli Ramadhan, yang juga berhasil meraih medali emas, mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, saya bisa mempersembahkan medali emas ini. Terima kasih kepada almarhum orang tua saya, keluarga, serta semua pengurus NPC dari provinsi dan Asahan yang selalu mendukung saya," ungkapnya. Fadli merasa puas dengan penampilannya di Peparnas kali ini, mengingat kompetisi yang ketat. Dengan mengantongi satu emas dan dua perak, ia merasa semua usaha dan latihan keras yang telah dilakukan terbayar. "Proses ini sangat bergantung pada mental kita. Saat orang lain mungkin beristirahat, kami tetap berlatih sepagi mungkin dan juga sore hari. Meskipun ada cedera, Alhamdulillah, hasilnya memuaskan," tuturnya penuh semangat. ANTARA