JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menekankan pentingnya optimalisasi tiga prioritas utama dalam mendukung kemajuan Indonesia di era digital. Dalam keterangannya, Budi menyebutkan bahwa fokus utama tersebut meliputi pemberantasan judi *online*, peningkatan kecepatan internet, dan perlindungan data pribadi. Budi menjelaskan bahwa judi *online* menjadi salah satu isu krusial yang harus diselesaikan, mengingat praktik ilegal itu masih berlangsung di dunia digital Indonesia. Meskipun demikian, upaya penutupan berbagai akses yang dilakukan oleh pihaknya terus digencarkan, masih ada pengembang judi *online* yang tetap berupaya menjaring masyarakat di Indonesia. Hal ini berdampak pada munculnya korban yang terjerat dan berakibat pada masalah sosial, seperti kekerasan dalam rumah tangga, yang sering kali terjadi akibat masalah finansial yang ditimbulkan oleh perjudian. Budi menyatakan, "Siapa pun yang akan menjadi Menteri Kominfo di masa mendatang, perjuangan untuk memberantas judi *online* harus dilanjutkan. Saya berharap upaya pemberantasan ini tidak akan terhenti." Selanjutnya, untuk poin kedua yaitu kecepatan internet, Budi menegaskan perlunya peningkatan secara signifikan agar Indonesia dapat bersaing dalam transformasi digital global. Ia mengakui bahwa dalam satu dekade terakhir telah terjadi peningkatan kecepatan internet yang luar biasa, hingga sepuluh kali lipat. Namun, sesuai dengan pesatnya inovasi teknologi yang diperlukan oleh konektivitas berkecepatan tinggi, Indonesia harus melakukan perbaikan dan ekspansi jaringan secara masif. Budi memberikan contoh mengenai teknologi kecerdasan artifisial (*artificial intelligence*) seperti mobil otonom (*autonomous car*), yang membutuhkan kecepatan internet hingga 1 juta Mbps. Untuk mendukung penggunaan teknologi-teknologi canggih ini di Indonesia, penting untuk mengejar peningkatan kecepatan internet lebih lanjut. "Saya berharap pada masa depan, kecepatan internet kita akan jauh lebih baik daripada saat ini," katanya. Terakhir, prioritas ketiga yang harus ditangani dengan lebih serius adalah perlindungan data pribadi. Dalam konteks ini, perhatian terhadap isu keamanan siber kian meningkat, terutama dalam beberapa waktu terakhir. Budi menekankan pentingnya meningkatkan respons terhadap kebocoran data dan memperkuat mitigasi, agar tata kelola perlindungan data pribadi dapat dilakukan dengan lebih efektif. Ia mengatakan, "Aspek teknologi, pengembangan sumber daya manusia (*human capital*), serta tata kelola (*governance*) perlu diperhatikan dengan seksama." Budi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memantau dan mendukung upaya peningkatan terhadap ketiga pokok prioritas ini, karena masyarakat berperan sebagai sumber daya penting dalam mewujudkan optimalisasi transformasi digital nasional di masa mendatang. "Ini adalah isu kepentingan bersama, demi masyarakat dan generasi yang akan datang, sehingga digitalisasi menjadi sarana yang sangat kuat untuk memajukan Indonesia sebagai negara maju," tambahnya. ANTARA