AMBON –
**Borneonews - Ambon**, PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mengumumkan adanya layanan konversi sepeda motor dari bahan bakar minyak (BBM) ke tenaga listrik berbasis baterai secara gratis. Hal ini disampaikan oleh General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, dalam sebuah acara pada hari Sabtu di Ambon. Awat mengajak para pemilik sepeda motor bermesin BBM untuk mendaftar melalui tautan yang disediakan, yaitu https://bit.ly/Form_Konversi_EV. Batas waktu pendaftaran ditetapkan hingga 31 Oktober 2024. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk mengurangi emisi gas buang dari kendaraan bermotor. "Dari sudut pandang lingkungan, kami menekankan pentingnya transisi ini. Kami ingin mengajak masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara yang menggunakan sepeda motor berbahan bakar minyak untuk beralih ke kendaraan listrik," jelas Awat Tuhuloula. Proses konversi dari motor berbahan bakar bensin menjadi listrik ini akan dilakukan secara gratis. Biasanya, biaya konversi dan peralatan yang diperlukan mencapai sekitar Rp16 juta. "Masyarakat tidak perlu khawatir karena program ini gratis dan terbuka untuk semua," tambahnya. Dalam konteks penghematan, Awat meyakini bahwa kendaraan listrik akan lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan dengan BBM saat menempuh jarak yang sama. Untuk mengajukan konversi, ada beberapa syarat administrasi yang perlu disiapkan oleh pengguna sepeda motor berbahan bakar minyak. Syarat tersebut meliputi, STNK dan BPKB asli, fotokopi KTP pemilik kendaraan, serta pajak kendaraan yang aktif hingga November 2024. Selain itu, pengguna juga diharuskan melakukan cek fisik kendaraan bermotor di Samsat setempat. Lebih lanjut, bukti cek fisik untuk proses konversi motor listrik perlu dilegalisir. Motor yang telah terdaftar dapat langsung menuju Samsat untuk cek fisik. Proses ini telah difasilitasi melalui kerja sama antara PLN dan Samsat. Setelah konversi selesai, akan diterbitkan STNK baru untuk kendaraan listrik tersebut. "Segera lakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan, agar kita bersama-sama dapat mendukung program pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060," imbau Awat Tuhuloula. ANTARA