BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Mahasiswa dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) di Banda Aceh telah berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan losion anti nyamuk yang berbahan dasar gelatin kulit ikan tuna serta ekstrak kulit jeruk. Produk inovatif ini dinamakan Body Lotion Mosquitos. Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) USK, Siti Maqfirah, menjelaskan bahwa ide di balik produk ini muncul sebagai solusi untuk mengatasi beberapa masalah yang berkaitan dengan keberadaan nyamuk, serta mengurangi limbah dari kulit ikan tuna dan kulit jeruk. Tim yang terdiri dari lima anggota, termasuk Siti Maqfirah, Panca Anugrah Sakti, Desviranti, Hikma Kasih, dan Akhyar Febriyan, masing-masing dibimbing oleh dosen Program Studi Ilmu Kelautan, Vicky Prajaputra. Siti mengungkapkan bahwa gelatin dari kulit ikan tuna dipilih sebagai bahan utama karena sifatnya yang dapat mengusir nyamuk. Kandungan asam amino dalam tuna diketahui tidak disukai oleh serangga ini, sehingga membuat gelatin tersebut berfungsi sebagai *natural repellent* atau bahan anti nyamuk alami. Selain itu, gelatin juga memiliki manfaat dalam menjaga kelembapan kulit serta meningkatkan elastisitas, menjadikan kulit tampak lebih sehat dan kencang. Di sisi lain, ekstrak kulit jeruk ditambahkan karena mengandung limonene, sebuah senyawa yang efektif membunuh dan mengusir nyamuk. Siti menambahkan bahwa ekstrak ini juga memiliki sifat antioksidan, sehingga dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, sekaligus memberikan aroma segar yang menyenangkan saat digunakan. Dengan menggabungkan kedua bahan ini, inovasi losion ini tidak hanya berfungsi sebagai pengusir nyamuk, tetapi juga berperan sebagai produk perawatan kulit yang melembapkan, sekaligus membantu mengatasi masalah limbah. Siti menyatakan bahwa kombinasi produk ini merupakan langkah mendukung konsep *zero waste* yang memanfaatkan limbah yang biasanya terbuang, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama ini kulit ikan tuna dan kulit jeruk sering kali tidak dimanfaatkan dengan baik, meskipun penelitian menunjukkan bahwa gelatin yang diekstraksi dari kulit tuna dan minyak esensial dari kulit jeruk memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai produk turunan. Inisiatif ini tidak hanya berpotensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat, tetapi juga memberikan inovasi terbaru yang bermanfaat. Melalui kreasi tersebut, Siti dan timnya berhasil mendapatkan dana pengembangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024 setelah berhasil melewati proses seleksi. ANTARA