SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Sebanyak 220 ekor kucing dan anjing telah menerima vaksin rabies di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran penyakit rabies di wilayah tersebut. Selain itu, dilakukan sterilisasi terhadap 120 ekor kucing liar yang ditangkap di berbagai lokasi di Kudus. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menjelaskan bahwa dari total 220 hewan peliharaan tersebut, sebanyak 209 ekor merupakan kucing dan 11 ekor lainnya adalah anjing. Kegiatan vaksinasi rabies dan sterilisasi kucing liar ini berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kudus pada hari Sabtu. Pelaksanaan vaksinasi dan sterilisasi ini merupakan hasil kerjasama dengan beberapa pihak, antara lain *Lets Adopt Indonesia* (LAI), *Cat Rescue Community* (CRC), Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Tengah 5, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah. Sterilisasi kucing liar yang dilakukan menerapkan metode *TNR* (Trap, Neuter, Return), yang berarti menangkap, melakukan sterilisasi, dan kemudian mengembalikan hewan tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memerangi rabies serta mengendalikan populasi kucing liar yang semakin meningkat di Kudus. Populasi kucing liar yang berlebihan dapat membawa risiko penyebaran virus penyakit dan juga berdampak pada kebersihan serta kenyamanan lingkungan sekitar. Carolina Fajar, selaku Kepala Operasi di LAI, menuturkan bahwa fokus utama dari kegiatan sterilisasi ini ialah kucing liar. "Saat ini populasi kucing liar sudah sangat berlebihan, kami ingin mencegah pertambahannya dengan melakukan sterilisasi. Kami tidak akan membunuh atau membuang mereka," jelasnya. Proses sterilisasi yang dilakukan meliputi pengambilan rahim pada kucing betina dan pengangkatan testis pada kucing jantan. Dengan demikian, kucing tersebut masih dapat melakukan kawin, tetapi tidak akan dapat bereproduksi. Hal ini bertujuan agar kucing tidak mengalami masa birahi, dan dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa lebih nyaman karena lingkungan tidak dipenuhi oleh kucing liar. Kucing liar yang disterilisasi sebagian besar merupakan hasil tangkapan yang dilakukan di Kompleks Balai Jagong Kudus, dengan bantuan dari komunitas CRC Kudus. Adisty Kurnianingrum, Ketua CRC Kudus, menyatakan rasa senangnya atas kolaborasi ini, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi populasi kucing liar di daerah Kudus. ANTARA