JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk memberikan penghargaan kepada tujuh satuan kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam bentuk tanda kehormatan Nugraha Sakanti. Anugerah tersebut akan disampaikan saat apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 14 Oktober. Tanda kehormatan Nugraha Sakanti diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian dan kontribusi signifikan lima satuan kerja Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, yang tentunya memiliki dampak positif bagi negara. Operasi Mantap Brata sendiri merupakan misi penting yang ditugaskan untuk mengamankan proses pengambilan sumpah jabatan para pejabat tinggi negara, yaitu Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang akan berlangsung pada tanggal 20 Oktober yang akan datang. Sesuai dengan rilis dari Markas Besar Polri, terdapat tujuh satuan kerja yang akan menerima penghargaan tersebut. Mereka terdiri dari Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Densus 88 Antiteror Polri, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Baharkam Polri, dan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Korbrimob Polri diakui atas perannya dalam operasi penanganan kelompok radikal di Poso, serta dalam penanganan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Keberhasilan Korlantas Polri dalam mengamankan arus mudik setiap tahun, menyelenggarakan layanan transportasi gratis pada musim mudik, serta melakukan inovasi dalam penegakan hukum lewat pelayanan digital, juga menjadi alasan penghargaan tersebut. Bareskrim Polri juga mendapat apresiasi karena sukses mengungkap sejumlah kasus kejahatan transnasional, termasuk diantaranya gembong narkoba Freddy Pratama dalam operasi *Escobar*. Pengungkapan laboratorium narkoba yang dikelola oleh jaringan mafia serta penanganan kejahatan seperti pencurian data pribadi masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Tak kalah penting, Densus 88 Antiteror memperoleh penghargaan atas keberhasilan dalam menekan angka kejahatan terorisme melalui penegakan hukum dan upaya pencegahan yang efektif. Di sisi lain, Pusdokkes Polri diakui karena dedikasinya dalam layanan kesehatan masyarakat, terutama selama pandemi COVID-19 dan berperan dalam penanganan berbagai bencana. Baharkam Polri pun mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam memerangi pandemi COVID-19 dengan program Kampung Tangguh. Mereka juga diakui atas tindakan penegakan terhadap praktik ilegal seperti illegal fishing yang merugikan negara. Terakhir, Divisi Hubinter Polri menerima penghargaan karena partisipasinya dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah naungan PBB serta upaya pengungkapan kasus-kasus kejahatan transnasional. Dengan penganugerahan ini, diharapkan seluruh elemen Polri akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja serta pengabdiannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. ANTARA