**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Budi Santoso, menekankan pentingnya meningkatkan upaya pemerataan jumlah dokter hingga ke daerah-daerah terpencil. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk memperkuat sistem kesehatan primer di tanah air.
Dalam sebuah pertemuan ilmiah sekaligus musyawarah nasional XIV Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Jakarta, Budi menjelaskan bahwa tidak semua dokter spesialis perlu berada di layanan primer. Ia mengingatkan bahwa proses pendidikan dokter spesialis memerlukan waktu yang panjang. Oleh karena itu, Budi menyarankan agar peran dokter umum di layanan primer dimaksimalkan agar setiap daerah, bahkan yang paling terpencil sekalipun, tidak mengalami kekurangan tenaga medis.
"Kita adalah negara kepulauan yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Ini merupakan tantangan besar. Seberapa banyak dokter yang diproduksi akan sia-sia jika distribusinya tidak dilakukan dengan baik. Kita akan selalu merasa kekurangan," tuturnya.
Budi juga menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam mendistribusikan dokter, baik dokter umum maupun spesialis, ke daerah-daerah yang kurang terlayani. Untuk mendorong para dokter agar bersedia bertugas di daerah-daerah terpencil, ia menyerukan pemberian penghargaan atau insentif yang memadai agar kesejahteraan mereka terjamin.
Kualitas lulusan dokter juga menjadi sorotan Budi, seiring dengan bertambahnya jumlah fakultas kedokteran yang kini mencapai 117 pada tahun ini. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dari 92 fakultas kedokteran pada tahun 2022. Hal ini menuntut fakultas-fakultas kedokteran yang baru berdiri untuk menghasilkan lulusan dengan kualitas yang setara dengan fakultas-fakultas yang lebih established.
"Apa yang kita tanyakan adalah bagaimana agar kualitas lulusan dari fakultas kedokteran baru setara dengan yang sudah ada sebelumnya. Ini adalah tuntutan yang tidak bisa ditawar," ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa lulusan dokter harus memenuhi standar kompetensi minimal untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat di Indonesia.
Sementara itu, Imelda Datau, Presidium Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), menambahkan pentingnya adanya standar yang jelas untuk mendirikan fakultas kedokteran. Standar ini tidak hanya mencakup izin pendirian, tetapi juga ketersediaan dosen dan fasilitas pendukung lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan peningkatan kualitas lulusan dokter di masa depan.
Imelda juga menegaskan bahwa distribusi dokter seharusnya tidak hanya terfokus di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil. Namun, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan doktor yang mengabdi di daerah-daerah tersebut belum sepenuhnya terjamin.
"Keterimbangan sangat penting. Kita meminta mereka untuk memberikan pengabdian kepada negara dan bangsa, tetapi kesejahteraannya juga perlu diperhatikan. Banyak dokter yang sudah berkontribusi meskipun tanpa memikirkan masalah bayaran, namun hal ini sering terabaikan," ujar Imelda.
ANTARA
Pemerataan Jumlah Dokter di Daerah Terpencil Perlu Diperkuat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Komentar (0)
Memuat komentar…







