JAKARTA –
**Borneonews - Beijing**, Menteri Keuangan China, Lan Fo'an, mengumumkan bahwa pemerintahan Tiongkok berencana untuk meningkatkan defisit anggaran tahun 2024 menjadi 4,06 triliun yuan, yang setara dengan sekitar Rp8,9 kuadriliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 180 miliar yuan dibandingkan target defisit pada tahun 2023. Dalam rencana anggarannya, pemerintah China juga menetapkan batas utang baru untuk pemerintah daerah senilai 3,9 triliun yuan, yang setara dengan Rp8,5 kuadriliun. Selain itu, pemerintah berencana menerbitkan obligasi jangka panjang senilai 1 triliun yuan, yang setara dengan Rp220 triliun. Dalam pernyataannya di sebuah konferensi pers di Beijing, Lan Fo'an menyatakan bahwa ada cukup ruang bagi keuangan pusat China untuk meningkatkan penerbitan utang dan memperluas defisit, dengan menekankan bahwa pemerintah sedang merumuskan kebijakan stimulus tambahan. Namun, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai bentuk stimulus tersebut. “Beberapa alat kebijakan lain juga sedang dirumuskan dan masih dalam tahap pembahasan,” imbuh Lan Fo'an. Dia menambahkan bahwa pada bulan Mei 2024, Kementerian Keuangan China akan menerbitkan obligasi khusus jangka panjang senilai 1 triliun yuan. Sejak awal tahun hingga September 2024, China telah menerbitkan obligasi dengan tujuan khusus baru senilai 3,6 triliun yuan, yang mendukung lebih dari 30.000 proyek di seluruh negeri. Pemerintah mencoba memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, termasuk obligasi tujuan khusus dan obligasi pemerintah untuk memperkuat keuangan, memberikan insentif pajak, dan menangani risiko utang yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Ketika ditanya mengenai pencapaian target anggaran untuk tahun ini, Lan menegaskan bahwa sistem fiskal China memiliki daya tahan yang cukup baik. Ia percaya bahwa dengan langkah-langkah yang menyeluruh, pendapatan dan pengeluaran fiskal dapat dijaga agar tetap seimbang. “Kebijakan ini merupakan upaya pengurangan utang terbesar yang pernah dilakukan,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Lan Fo'an mengumumkan bahwa pemerintah akan meningkatkan beasiswa untuk mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, mereka akan menerbitkan obligasi untuk membantu bank-bank besar dalam mengisi kembali modal dan memberikan dukungan lebih kepada pemerintah daerah yang memiliki utang tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa terdapat penyesuaian nilai pensiun di tingkat pedesaan dan perkotaan dengan rata-rata kenaikan sebesar 3 persen. Di samping itu, standar kesehatan masyarakat juga akan mengalami peningkatan, yaitu sebesar 94 yuan per tahun untuk masyarakat perkotaan dan 670 yuan untuk masyarakat di pedesaan per orang. Secara keseluruhan, pengeluaran untuk pelayanan publik diproyeksikan mencapai angka 28,55 triliun yuan. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia, berbagai data yang muncul dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan keprihatinan di kalangan ekonom dan investor, terutama terkait dengan kemungkinan pencapaian target pertumbuhan sekitar 5 persen untuk tahun 2024. ANTARA