**Borneonews - Sampang,** Para tokoh ulama dari berbagai pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memberikan dukungan moril kepada pihak kepolisian untuk memastikan keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024. Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman dan damai bagi seluruh masyarakat.
Juru bicara ulama Sampang, KH Miftahul Ulum, mengungkapkan bahwa mereka siap berkontribusi dalam upaya menjamin Pilkada yang aman dan kondusif. Pernyataan ini disampaikan di Sampang pada hari Sabtu. Kiai Miftah, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menegaskan bahwa seruan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Mapolres Sampang pada 10 Oktober 2024.
Pada kesempatan tersebut, puluhan ulama yang juga merupakan perwakilan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Sampang berkunjung ke kantor Mapolres. Mereka tidak hanya menyampaikan dukungan kepada polisi, tetapi juga meminta agar kepolisian bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon dalam Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024.
"Kami menekankan pentingnya netralitas polisi dan aparat keamanan lainnya," ujar Kiai Miftah. Ia khawatir jika petugas keamanan berpihak kepada salah satu calon, situasi bisa menjadi tidak kondusif. Menyoroti sifat sensitif Kabupaten Sampang, yang dikenal rawan konflik, ia menambahkan, "Kami tidak ingin insiden seperti perampasan kotak suara atau pembakaran tempat pemungutan suara (TPS) terulang kembali di daerah ini."
Menanggapi harapan ulama tersebut, Kapolres Sampang, AKBP Hendro Sukmono, menegaskan bahwa polisi adalah pengabdi masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mengayomi semua lapisan masyarakat. "Netralitas merupakan keharusan. Apabila ada oknum yang terindikasi berpihak, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas," ujar Kapolres.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh ulama setempat dan berharap hal itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan serta menghindari potensi konflik, demi kelancaran Pilkada. Kapolres memastikan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pelanggaran selama Pilkada, tetapi juga akan menegakkan hukum terhadap tindak pidana lain yang bisa memicu ketidaknyamanan dan perpecahan.
Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang telah mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024, yang mencatat sebanyak 737.832 pemilih. Dari jumlah tersebut, terdapat 369.301 pemilih laki-laki dan 378.248 pemilih perempuan. Pilkada 2024 di Sampang akan diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu K.H. Muhammad Bin Muafi Zaini dan Abdullah Hidayat (Mandat) yang akan menggunakan nomor urut 1, serta Slamet Junaidi dan Ahmad Mahfud (Jimad Sakteh) yang akan menggunakan nomor urut 2.
Pasangan calon Mandat didukung oleh delapan partai politik, yaitu Partai Golkar, PPP, PAN, PDIP, Demokrat, PBB, PSI, dan Partai Hanura. Sementara pasangan Jimad Sakteh didukung oleh enam partai politik, yakni Partai Nasdem, Gerindra, PKB, Gelora, PKS, dan Partai Garuda.
ANTARA
Dukungan Ulama Sampang untuk Keamanan Pilkada 2024 yang Damai
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







