BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Winarto, menegaskan komitmen para pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk menerima hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Komitmen tersebut, menurutnya, merupakan wujud kedewasaan dalam berdemokrasi di Indonesia, terutama dalam konteks pemilihan serentak yang telah dilaksanakan. Dalam sebuah pernyataan saat acara di Banjarmasin, Winarto menyebutkan bahwa menerima hasil pilkada adalah bagian integral dari janji yang telah diucapkan oleh paslon pada saat mereka mendeklarasikan pilkada damai. Ia menekankan bahwa dalam setiap kontestasi tentu ada pihak yang menang dan kalah. Oleh karena itu, setiap paslon harus siap menghadapi kedua kemungkinan tersebut. Kapolda juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi setiap langkah dan tahapan pilkada agar berlangsung dengan jujur, adil, dan demokratis. Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam situasi apapun, termasuk pasca-pemilihan. Lebih lanjut, Winarto menganjurkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran selama proses pemilihan ini. Ia mengingatkan agar semua pihak melaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika menemukan dugaan pelanggaran yang berpotensi merusak sistem demokrasi. Menurutnya, tindakan seperti *politik transaksional* dan *kampanye hitam* sangat perlu dihindari, karena keduanya dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan pilkada. Sebagai bagian dari upaya menjaga suasana damai, Kapolda berkeliling ke berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan untuk mensosialisasikan deklarasi damai pilkada selama masa kampanye. Ia berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menciptakan kedamaian dan kesejukan di tengah masyarakat yang mungkin terpecah akibat perbedaan dukungan politik terhadap calon kepala daerah yang ada. ANTARA