MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan dokumen untuk merespons rencana peleburan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi dua kementerian terpisah dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029. Sandiaga menyampaikan bahwa berdasarkan beberapa dokumen yang diterimanya serta informasi yang beredar, rencana tersebut akan memecah Kemenparekraf menjadi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Dia juga menekankan bahwa tim Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kemenparekraf telah mempersiapkan dokumen teknokrasi dan transisi untuk memperlancar operasional kedua kementerian tersebut jika rencana pemisahan ini terwujud. "Dari pengalaman sebelumnya, kita sudah pernah menjalani pemisahan ini antara tahun 2014 hingga 2019. Oleh karena itu, proses pemisahan kali ini diharapkan dapat dilakukan dengan cepat. SDM kami di Kemenparekraf sudah siap untuk menyambut keberadaan dua kementerian baru ini," tutur Sandiaga saat memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia juga menekankan bahwa dengan terbentuknya dua kementerian baru, akan diperlukan penyesuaian dalam tata laksana dan prosedur kerja yang selama ini telah berjalan dalam satu kementerian. Hal ini mencakup perubahan-perubahan penting yang berkaitan dengan alokasi anggaran, mengingat akan ada kebutuhan pendanaan tambahan untuk mendukung operasional kedua kementerian tersebut. Selain itu, meskipun masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2024, bersamaan dengan dimulainya pemerintahan baru, Sandiaga menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan prosesi penyambutan untuk presiden yang baru. "Pada tanggal 20, kami akan menyambut presiden baru melalui beberapa prosesi di titik-titik strategis, yang pastinya akan melibatkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang dikenal dengan imajinasi tinggi mereka," tandasnya. Sandiaga juga menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi yang telah dibangun dengan berbagai pemangku kepentingan, serta doa dari masyarakat, yang memungkinkan pencapaian signifikan selama masa jabatannya. Ia berharap agar dokumen-dokumen teknokrasi dan transisi yang telah disiapkan dapat ditindaklanjuti oleh menteri baru yang akan memulai tugasnya pada 20 Oktober 2024. Saat ini, tim kerja yang bertanggung jawab dalam penyusunan kabinet Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pemerintahan mendatang sedang aktif menyusun daftar nama-nama menteri. Mereka juga tengah mengkaji kemungkinan penambahan jumlah kementerian dari 34 menjadi 44, termasuk badan-badan terkait. ANTARA