JAKARTA –
**Borneonews - Lebanon**, Kementerian Luar Negeri Norwegia mengumumkan langkah evakuasi untuk beberapa diplomatnya yang bertugas di Lebanon. Keputusan ini diambil setelah terjadi pengeboman yang berdekatan dengan lokasi Kedutaan Besar Norwegia di Beirut. Situasi keamanan di negara tersebut saat ini semakin tegang, terutama akibat meningkatnya serangan udara oleh Israel serta serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Sabtu, kementerian tersebut menyatakan, "Situasi keamanan di Lebanon masih sangat tidak stabil dan penuh ketidakpastian. Telah terjadi pengeboman di dekat Kedutaan Besar kami." Oleh karena itu, sejumlah diplomat Norwegia yang sedang bertugas di Lebanon akan melakukan perjalanan keluar dari negara itu untuk sementara waktu. Sebagai hasil dari keadaan darurat ini, kapasitas Kedutaan Besar untuk memberikan bantuan kepada warga Norwegia yang masih berada di Lebanon sangat terbatas. Pemerintah Norwegia mengimbau seluruh warganya untuk meninggalkan Lebanon secepat mungkin dan memberikan peringatan agar tidak melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Meski demikian, Duta Besar Norwegia untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut, bersama dengan beberapa diplomat lainnya, untuk terus memantau perkembangan situasi yang ada. Pengumuman mengenai evakuasi ini disampaikan di tengah situasi yang semakin memburuk, ketika Israel meningkatkan serangan militernya di Lebanon dengan fokus pada kelompok Hizbullah. Selain itu, Israel juga melakukan serangan terhadap lokasi-lokasi yang dihuni oleh pasukan penjaga perdamaian sementara PBB di Lebanon, yang berdampak pada jatuhnya korban di antara mereka. Sejak tanggal 23 September, laporan menunjukkan bahwa serangan udara dari Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari 2.000 jiwa melayang, dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi ini juga memaksa lebih dari 1,2 juta orang untuk mengungsi dari tempat tinggal mereka. Walaupun terdapat kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di kawasan tersebut, Israel melanjutkan konfliknya dengan melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober, setelah serangan intensif sebelumnya di Gaza dan Lebanon. ANTARA