BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Pemerintah Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan mengalokasikan beasiswa bagi 45 pelajar untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah, khususnya di Mesir dan Yaman. Program ini diluncurkan dalam kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Banjarmasin, Juli Khair, menjelaskan bahwa kerjasama ini telah dimulai pada tahun 2021 dan akan tetap berlanjut hingga 2024. Setiap tahunnya, pemerintah mengirimkan sejumlah pelajar untuk menuntut ilmu, dan hingga saat ini, jumlah pelajar yang telah diberangkatkan mencapai 45 orang. Juli juga menambahkan bahwa diharapkan program ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025. Para penerima beasiswa ini akan bertujuan untuk belajar di Universitas Kairo di Mesir, serta di Hadramaut dan Kota Tarim di Yaman untuk memperdalam ilmu agama di pondok pesantren yang ada di sana. Untuk bisa memperoleh beasiswa ini, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah menjadi warga Kota Banjarmasin dengan dibuktikan melalui KTP atau Kartu Keluarga. Proses pendaftaran dan waktu seleksi dapat langsung ditanyakan ke Sekretariat MUI Kota Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Mesjid Jami Sungai Jingah. Program beasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar bagi pelajar dan santri di Banjarmasin dalam memperdalam ilmu agama di negara-negara Timur Tengah. “Peserta yang ingin mendaftar harus berdomisili di Kota Banjarmasin, serta memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan studi ditambah dengan dasar pengetahuan keislaman yang baik,” tambahnya. Juli menegaskan pentingnya komitmen dari para pelajar yang berhasil menyelesaikan studi mereka untuk mengabdikan diri di Kota Banjarmasin setibanya mereka kembali. Tujuan dari langkah ini adalah agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dan diajarkan di kota asal, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lain untuk lebih peduli dalam meningkatkan serta mengembangkan syiar Islam di Banjarmasin. Juli berharap bahwa mereka yang telah menempuh pendidikan di luar negeri dan kini merupakan dai, ustadz, atau ustadzah dapat berkontribusi dalam mengembangkan syiar Islam di kota tersebut. “Kita berharap dari mereka akan muncul penceramah yang dapat mengangkat nama baik Kota Banjarmasin dengan mengedepankan pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari Mesir dan Yaman,” imbuhnya. ANTARA