MANADO –
**Borneonews - Manado**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara sedang mempersiapkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam penggunaan aplikasi *Sirekap* menjelang Pilkada Serentak 2024. Kesiapan ini menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan, terutama untuk mengatasi potensi masalah yang mungkin timbul akibat faktor sumber daya manusia dan teknologi. Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan, menyatakan pentingnya pengelolaan *Sirekap* dilakukan dengan hati-hati. Hal ini merujuk pada pengalaman pada Pilkada sebelumnya, di mana terdapat PPK yang harus diberhentikan karena kesalahan dalam mengelola aplikasi tersebut. Kenly menekankan perlunya kerja sama dan koordinasi antara berbagai divisi serta KPU di semua tingkatan guna memastikan keberhasilan pelaksanaan tahapan pilkada. Lebih lanjut, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Lanny Ointu, menjelaskan bahwa bimbingan teknis (bimtek) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada PPK tentang cara penggunaan aplikasi *Sirekap* dalam proses rekapitulasi suara secara elektronik. Menurutnya, ketelitian dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku sangat krusial untuk mencegah kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan. Lanny juga menyinggung bahwa kesalahan dalam pengelolaan aplikasi *Sirekap* pada masa lalu telah mengakibatkan sanksi pidana bagi beberapa pihak. Oleh karena itu, ia mengingatkan untuk semua peserta agar bekerja dengan sangat hati-hati dalam pelaksanaan tugas mereka. PPK diharuskan menggunakan ponsel pribadi dalam pengelolaan aplikasi *Sirekap*, dan setiap langkah harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari kesalahan. Hal ini akan menjadi bagian penting dari upaya menjaga integritas dan kredibilitas pemilihan. Selain itu, berbagai instansi terkait, seperti Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Utara, Kejaksaan Tinggi, Polda Sulawesi Utara, dan Badan Intelijen Negara Provinsi Sulawesi Utara, juga berperan dalam memperkaya pemahaman peserta selama bimbingan teknis penggunaan *Sirekap* oleh PPK. Keterlibatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan efektivitas dan keamanan dalam proses pemilihan mendatang. ANTARA