JAKARTA –
**Borneonews - Solo, Jawa Tengah**, Atlet para-panahan asal Indonesia, Kholidin, menunjukkan semangat yang tinggi dan keinginan kuat untuk terus berkompetisi meskipun usianya telah mencapai 47 tahun. Ia masih memiliki impian besar untuk meraih medali di ajang Paralimpiade, setelah mengalami kekecewaan karena tidak berhasil masuk tiga besar pada Paralimpiade 2024. Dalam pernyataannya di Lapangan Kota Barat, Solo, Kholidin mengungkapkan, "Cita-cita saya mau mendapatkan medali di Paralimpiade. Kemarin belum rezeki.” Pernyataan ini mencerminkan tekad dan semangat juangnya dalam menghadapi tantangan. Pada Paralimpiade 2024 yang akan berlangsung di Paris, Kholidin tidak dapat melanjutkan kompetisi setelah didiskualifikasi karena dianggap melanggar regulasi yang ada. Hal ini menjadi penghalang baginya untuk menggapai medali, padahal pada babak ranking round, ia sempat menempati posisi ketiga dalam kategori individu putra nomor *recurve*. Meskipun menghadapi rintangan tersebut, Kholidin tetap optimis dan bertekad untuk berjuang keras agar dapat berpartisipasi di Paralimpiade 2028 yang akan diadakan di Los Angeles, Amerika Serikat. "Saya ingin bertanding di LA," tambahnya, menunjukkan semangat pantang menyerah. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dalam cabang olahraga para-panahan di Tanah Air. Kholidin berharap agar ada lebih banyak turnamen, baik di dalam negeri maupun internasional, yang dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru di bidang ini. Menurutnya, Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang saat ini memasuki edisi ke-17 adalah platform yang tepat untuk mencari atlet-talenta terbaik dalam cabang para-panahan. "Seharusnya memang ada regenerasi," ucap Kholidin, mengingatkan bahwa keberlanjutan atlet muda sangat penting untuk masa depan olahraga ini. Sebagai seorang pemanah disabilitas yang berprestasi, Kholidin telah mengukir sejumlah prestasi gemilang sepanjang kariernya. Ia merupakan pemegang medali emas pada ASEAN Para Games 2022, medali emas di Peparnas 2021, serta dua medali emas yang diraih di Turnamen Para-Panahan Dunia di Ceko pada bulan Juni 2024. Dalam kejuaraan dunia tersebut, ia berhasil meraih medali emas di nomor *recurve men open doubles* bersama pemanah Setiawan, serta di nomor *recurve men* perorangan di mana ia mengalahkan pemanah andalan Prancis, Guillaume Toucoullet. Lebih baru lagi, Kholidin yang memperkuat kontingen DKI Jakarta pada Peparnas 2024, berhasil menggondol medali emas di nomor *recurve open* (70 meter) untuk kategori individu putra dengan menaklukkan Setiawan, yang juga merupakan atlet yang ambil bagian dalam Paralimpiade 2024. Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen dan dedikasi Kholidin dalam dunia para-panahan. ANTARA