JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) terus melakukan pengembangan pengaman pantai di wilayah-wilayah yang terletak di perbatasan, termasuk di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Ditjen SDA, Daniel, menyampaikan bahwa kehadiran pantai di pulau-pulau kecil terluar sangat vital dalam mendukung pertahanan NKRI. Banyak dari pulau-pulau tersebut, khususnya di Kabupaten Natuna, kini menghadapi ancaman abrasi yang signifikan, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan hilangnya wilayah dalam zona ekonomi eksklusif. Pengaman pantai yang dibangun tidak hanya berfungsi untuk menangkal ombak, tetapi juga untuk memperkuat kedaulatan Indonesia di kawasan tersebut. Salah satu proyek pengaman pantai yang telah berhasil diselesaikan terletak di Pulau Nipa, yang strategis untuk mencegah sengketa dengan negara-negara tetangga bila tidak dilindungi secara efektif. Pemerintah aktif membangun pengaman di sekitar pulau tersebut, sementara upaya untuk penataan pantai dan pengembangan kawasan ekonomi khusus akan dilaksanakan setelah menerima kebijakan lebih lanjut. Di Kabupaten Natuna, risiko serangan ombak dengan ketinggian mencapai 9-10 meter dari arah Laut China Selatan sangat mengkhawatirkan bagi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dalam menghadapi tantangan ini, Ditjen SDA Kementerian PUPR bekerjasama dengan BWS Sumatera IV memperkuat pantai dengan penggunaan material beton untuk melindungi pulau-pulau kecil dari dampak abrasi. Namun, dalam proses pembangunan, terdapat berbagai kendala yang harus dihadapi. Misalnya, proyek pengaman pantai di Pulau Sebetul mengalami hambatan akibat keterlambatan pengiriman material dari Batam dan pasir dari Kalimantan, yang membutuhkan waktu hingga seminggu untuk sampai di lokasi. Di sisi lain, saat ini BWS Sumatera IV merencanakan untuk memperpanjang struktur *revetment* di Pulau Sebetul sejauh 250 meter dan juga mengusulkan pembangunan pengaman pantai di Pulai Subi Kecil dan Pulau Kepala. Rencana tersebut mencakup panjang *revetment* masing-masing 300 meter dan 700 meter. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi pulau-pulau tersebut dari ancaman abrasi di masa mendatang. ANTARA