BORNEONEWS, Sampit - Sempat menggebu, rencana mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Kotim oleh Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi, kini mengendur. Bupati dua periode ini meminta para pejabat tetap fokus bekerja.

“Santai saja dulu, jangan buat gaduh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kotim. Saya masih memberikan kesempatan kepada para pejabat untuk bekerja dengan optimal. Tunjukkan kinerja, dan jangan takut terjadi pergeseran,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, saat dikonfirmasi terkait rencana mutasi pejabat, di Sampit, Senin (29/8/2016).

Sebelumnya, kabar akan dilakukannya mutasi pejabat sudah berembus di kalangan ASN di lingkungan pemkab Kotim sejak sekitar dua bulan lalu. Banyak pihak menduga akan terjadi pergeseran pejabat setelah kepemimpinan periode kedua pasangan Supian Hadi-M Taufiq Mukri genap berusia enam bulan setelah dilantik 17 Februari 2016.

Supian sendiri awal bulan lalu mengakui akan melakukan perombakan pejabat secara besar-besaran. Namun, dia enggan mengungkapkan secara pasti jumlah pejabat yang akan dirombak dan kepastian waktu mutasi pejabat dilakukan.

“Yang pasti perombakan akan dilakukan, siapa yang akan terkena mutasi kita lihat saja nanti,” kata dia.

Namun hingga akhir bulan ini kepastian mutasi pejabat itu juga belum jelas. Bahkan, dari pernyataan Supian wacana itu tampak mengendur. Padahal, beberapa jabatan pimpinan SKPD saat ini diisi pelaksana tugas

“Kalau memang semua bagus buat apa digeser. Kalau kita nantinya menggeser ternyata malah kinerja pejabat yang baru menurun akan menjadi percuma. Kita inginnya, semua SKPD harus lebih kencang lagi membangun Kotim, kalau sebentar-sebentar digeser kan kasihan,” cetus dia.

Sebagai kepala daerah, lanjut Supian, dirinya tetap melakukan evaluasi terhadap pejabat per tiga bulan sekali. Selain itu juga ada evaluasi yang dilakukan sekretaris daerah setiap bulan. Tolak ukur evaluasi yakni penyerapan anggaran dan rencana program SKPD.

“Kalau ternya programnya itu-itu saja, tidak ada inovasi, itu grade menengah. Apalagi semakin mundur itu grade bawah,” jelas Supian. (RIFQI/N).