BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas pusat logistik berikat dari Bea Cukai telah memberikan kemudahan signifikan untuk kegiatan ekspor, khususnya untuk produk minyak sawit mentah atau *crude palm oil* (CPO) yang berasal dari Aceh. Fadhli Ali, yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi, Keanggotaan Hukum, dan Advokasi DPP Apkasindo, menjelaskan bahwa langkah yang diambil oleh Bea Cukai tersebut sangat membantu perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang CPO dalam melakukan pengapalan dari Aceh. Fasilitas ini diyakini akan memperlancar arus ekspor dari daerah. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh telah memberikan fasilitas pusat logistik berikat kepada perusahaan CPO sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Aceh. Salah satu perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas ini adalah PT Agro Murni, yang berlokasi di Tambo Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Dengan adanya fasilitas pusat logistik berikat, diharapkan tidak hanya membantu perusahaan tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Hal ini juga diharapkan mampu meningkatkan volume kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, yang terletak di Kabupaten Aceh Utara. Fadhli menegaskan bahwa insentif tersebut sangat penting, agar perusahaan CPO di Aceh bisa melaksanakan kegiatan ekspor secara langsung tanpa bergantung pada provinsi lain. Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi administrasi, perizinan, dan berbagai aspek lainnya yang menyangkut kegiatan ekspor. “Harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah. Perlu mengundang perwakilan CPO untuk berdiskusi, agar setiap aktivitas pengapalan CPO dari Aceh mendapatkan dukungan penuh,” ungkapnya. Lebih lanjut, Fadhli menyatakan bahwa pusat logistik berikat ini mampu meringankan biaya transportasi yang diperlukan untuk pengangkutan CPO. Dengan pengurangan biaya, juga diharapkan risiko kecelakaan dalam proses pengangkutan dapat diminimalkan, terutama mengingat kondisi jalan yang lebih menantang jika melintasi Sumatera Utara. Wilayah barat selatan diketahui memiliki 10 titik rawan yang harus dilewati dalam perjalanan. “Dengan hadirnya pusat logistik ini, perusahaan CPO yang selama ini mengandalkan pengiriman ke Sumatera Utara akan mendapatkan kemudahan dan keuntungan yang lebih besar,” tutup Fadhli Ali. Sebagai tambahan informasi, pusat logistik berikat merupakan tempat penyimpanan barang yang berasal dari daerah pabean luar atau dari lokasi lain dalam daerah pabean itu sendiri. Tujuannya adalah untuk memperoleh penangguhan bea masuk atas barang yang ditimbun. ANTARA