AMBON –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur Maluku Utara (Malut), Benny Laos, akan dimakamkan di Jakarta setelah terlibat dalam kecelakaan di atas *speedboat* Bella 72 saat mengikuti kegiatan kampanye di Bobobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Sabtu, 12 Oktober. Juru Bicara pasangan Benny Laos dan Sarbin Sehe, Muksin Amrin, menginformasikan bahwa jenazah Benny hari ini akan diterbangkan dengan menggunakan helikopter menuju Luwuk, Sulawesi Tengah. Dari Luwuk, jenazah kemudian akan diterbangkan dengan pesawat carteran menuju Jakarta. Muksin mengungkapkan bahwa jenazah Benny disemayamkan semalam di Bobobong sebelum dijadwalkan berangkat ke Jakarta bersama istri dan anggota keluarga terdekatnya. Selain itu, keluarga Benny Laos juga menunggu kedatangan anak sulungnya, Adbert Laos, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Adbert akan pulang untuk menghadiri pemakaman ayahnya di tempat peristirahatan terakhir. Dalam kecelakaan yang sama, Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Malut, Mubin A. Wahid, sudah dipindahkan dari Pulau Taliabu ke Kota Ternate untuk dikebumikan. Sementara itu, korban lainnya yang juga meninggal akibat insiden pada *speedboat* Bella 72 akan dimakamkan sesuai dengan lokasi asal mereka masing-masing. Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate menyampaikan bahwa total penumpang *speedboat* yang digunakan Benny Laos bersama rombongan berjumlah 33 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk Benny Laos. Kepala Basarnas Ternate, Fathurahman, menjelaskan bahwa dari 33 penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut, 27 orang dinyatakan selamat. Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dihentikan pada pukul 20.30 WIT, dan bangkai kapal sudah berhasil ditarik ke bibir pantai, di mana tidak ada lagi korban yang ditemukan di dalam kapal. Fathurahman merinci identitas enam korban yang meninggal dunia, antara lain Benny Laos, Ester Tantry (Anggota DPRD Provinsi Malut), Bripka Hamdani Boamonabot (Anggota Polri pengawal Cabup Kepulauan Sula), Mubin A. Wahid (Ketua DPW Partai PPP Provinsi Malut), Nasrun (PNS Pemkab Kepulauan Sula), dan Mahsudin Ode Muisi. Sementara itu, data menunjukkan bahwa sepuluh orang yang mengalami luka-luka saat ini mendapatkan perawatan di RSUD, terdiri atas nama-nama seperti Sherly Tjoanda, Hendrata Thes, Amir, dan lainnya. Adapun 17 orang berhasil selamat dari insiden tersebut, termasuk Sarkah (Jurkam), Alimin (Jurkam), serta beberapa anggota tim lainnya. ANTARA