JAKARTA –
**Borneonews - Baalbek, Lebanon** Sebuah rumah sakit pemerintah yang terletak di wilayah Baalbek, Lebanon timur melaporkan bahwa pada hari Sabtu, sejumlah pasien mengalami cedera akibat serangan udara yang dilakukan oleh Israel. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur rumah sakit tersebut. RS Tamnin menjelaskan bahwa selama tiga hari berturut-turut, area di sekitar rumah sakit telah menjadi sasaran dari serangan intensif yang dilancarkan oleh Israel. Kerusakan yang ditimbulkan sangat signifikan, di mana banyak pasien terluka akibat pecahan kaca dan peluru yang berasal dari serangan tersebut. Meskipun mengekspresikan kecaman terhadap tindakan agresi yang ditujukan kepada fasilitas kesehatan, pihak rumah sakit menyatakan keyakinan bahwa kekejaman yang dilakukan oleh musuh tidak akan menghalangi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejak 23 September, Israel telah melaksanakan serangan udara masif di Lebanon dengan klaim bahwa mereka menyasar target-target yang terkait dengan Hizbullah. Akibat dari serangan ini, setidaknya 1.437 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4.123 orang mengalami luka-luka. Selain itu, konflik ini telah memaksa lebih dari 1,34 juta orang untuk mengungsi dari tempat tinggal mereka. Serangan yang terjadi merupakan bagian dari eskalasi lebih lanjut dalam pertempuran lintas perbatasan yang telah berlangsung selama satu tahun antara Israel dan Hizbullah, terkhusus setelah dimulainya serangan Israel di Jalur Gaza. Sementara itu, meskipun dunia internasional telah memberikan peringatan mengenai ancaman perang regional yang semakin mendekat di Timur Tengah, Israel tetap memperluas skala konflik dengan melancarkan serangan tambahan ke Lebanon selatan pada 1 Oktober. ANTARA