BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menjalin kerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam penyelenggaraan program profesi kepamongprajaan. Kerja sama tersebut sebagai salah satu upaya dalam peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan sampai tingkat desa.
"Salah satu wujud kerja sama itu, dalam perjanjian kerja sama (PKS) adalah bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan keuangan desa untuk aparat desa, mulai dari kades, bendahara desa sampai kepala BPD," ungkap Kepala Bagian Pemerintahan Setda Lamandau, Triadi, di Nanga Bulik, Senin (29/8/2016).
Mulai Senin (29/8/2016), setidaknya ada 60 orang perangkat desa dari Lamandau berangkat untuk mengikuti Bimtek gelombang I, mulai 29 Agustus sampai 2 September 2016, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
"Adapun materi yang nantinya diberikan dalam bimtek, antara lain adalah terkait keuangan desa, strategi dan peningkatan pendapatan desa," terangnya.
Awalnya Bimtek dari kerjasama dengan pihak IPDN, diperuntukan bagi kades yang tahun 2015 memiliki prestasi dalam hal pengelolaan keuangan desa atau tidak ada temuan. Untuk kegiatan ini, mereka dibebaskan biayanya.
"Tetapi, ternyata desa-desa yang lain berminat ikut. Kita mempersilahkan bagi aparat desa lain yang ingin ikut bimtek sepanjang menggunakan biaya sendiri," bebernya.
Artinya, kata dia, jika memang anggaran di desa memungkinkan untuk mengikuti kegiatan ini, ya silahkan, tukasnya. (HN/N).








