**Borneonews - Ankara**, Kehidupan anak-anak di Palestina dan Lebanon telah mengalami kehancuran yang tidak terbayangkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Catherine Russell.
Menurut Russell, puluhan ribu anak telah kehilangan nyawa mereka, sementara ribuan lainnya mengalami penahanan, terlantar, menjadi yatim piatu, bahkan putus sekolah. Banyak dari mereka juga mengalami trauma yang mendalam sebagai akibat dari kekerasan dan konflik yang berkepanjangan.
Russell menekankan perlunya melindungi warga sipil, terutama anak-anak, serta pekerja kemanusiaan dan infrastruktur penting seperti sekolah dan fasilitas kesehatan. Ia menambahkan bahwa semua pihak harus memberikan akses tanpa hambatan untuk bantuan yang dapat menyelamatkan jiwa. Namun, sayangnya kewajiban ini sering kali diabaikan dengan sangat mencolok.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kematian dan penderitaan yang dialami oleh anak-anak adalah suatu hal yang memalukan. Menurutnya, situasi di mana anak-anak mengalami pertumpahan darah dan kengerian sehari-hari merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang fundamental. Oleh karena itu, Russell mendesak agar kekerasan terhadap anak-anak, yang merupakan kelompok paling rentan, segera dihentikan.
Meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata, Israel terus melakukan tindakan genosida di Jalur Gaza sebagai respon terhadap serangan yang dilancarkan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada tanggal 7 Oktober 2023.
Sejak serangan itu, menurut laporan dari otoritas kesehatan di Gaza, hampir 42.200 warga Palestina telah menjadi korban tewas akibat dari serangan udara dan darat yang tiada henti dilakukan oleh tentara Israel. Dari jumlah tersebut, mayoritas adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 98.300 lainnya mengalami luka-luka. Situasi ini juga telah mengakibatkan hampir seluruh penduduk Gaza terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Di tengah blokade yang masih berlangsung, Gaza kini menghadapi kekurangan ekstrem dalam hal pangan, air bersih, dan obat-obatan. Selain itu, tindakan militer Israel di Gaza juga kini sedang menghadapi gugatan kasus genosida di Pengadilan Internasional terkait dengan kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
ANTARA
Kehidupan Anak di Palestina dan Lebanon, Penderitaan yang Tak Terbayangkan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







