JAKARTA –
**Borneonews - Rembang**, Perusahaan rintisan yang beroperasi di sektor perikanan, FishLog, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan manajemen limbah rajungan yang ditujukan kepada istri-istri nelayan di Rembang, Jawa Tengah. Pelatihan ini berlangsung pada hari Sabtu, 12 Oktober, dan merupakan salah satu dari serangkaian acara program Catalytic Funding 2024 yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan United Nations Development Programme (UNDP). Dalam penutupan acara tersebut, COO FishLog, Abdul Halim, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berlangsung dengan sukses. Ia mengkonfirmasi bahwa kegiatan ini sebagai *closing ceremony* dari program Catalytic Funding yang telah dijalani. Abdul Halim mengungkapkan bahwa dalam pelatihan ini selain manajemen limbah, dibahas juga tentang berbagai pencapaian program, termasuk literasi keuangan, pendidikan karakter, dan kesehatan lingkungan. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan dalam menjalankan keempat program tersebut. Hal ini dinilai sebagai faktor kunci untuk mencapai keberhasilan. Menurut Abdul Halim, keberlanjutan dari hasil yang dicapai juga menjadi fokus utama yang dapat digunakan sebagai masukan untuk pengembangan program-program selanjutnya. Sofyan Cholid selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang mengungkapkan bahwa rajungan memiliki peranan yang sangat signifikan sebagai salah satu komoditas unggulan. Tidak hanya berkontribusi pada pemasukan devisa negara, rajungan juga sangat penting untuk penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat, terutama di wilayah Rembang. Cholid berharap agar pelatihan yang diadakan ini dapat menjadi salah satu langkah menuju keberlanjutan usaha yang lebih baik di masa mendatang. Achmad Rifdatul Hisan, yang menjabat sebagai Project Leader di Indonesian Environment Fund dalam program Catalytic Funding for Indonesia, juga menyatakan harapannya agar program FishLog dapat terus berlangsung. Ia menyebutkan bahwa semua kegiatan yang dimulai sejak Februari tahun ini hingga saat ini diharapkan dapat dilanjutkan. Achmad menambahkan bahwa dukungan dari sisi pendanaan akan terus diberikan untuk menjaga kelangsungan program ini ke depan. ANTARA