MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa Kota Makassar, yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki peluang besar untuk mendapatkan predikat Kota Gastronomi dari UNESCO. Belum ada kota di Indonesia yang meraih gelar tersebut. Menurut Sandiaga, Makassar memiliki potensi terbaik dalam hal ini, dan ia berharap kota tersebut dapat berkembang serta bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia. Sandiaga menjelaskan bahwa Makassar sudah dikenal luas sebagai kota yang kreatif dengan beragam kuliner yang kaya. Branding yang dijalankan oleh pemerintah kota, yaitu sebagai "Kota Makan Enak," sejalan dengan reputasi kulinernya yang memang menggugah selera. "Saya sangat menghargai cita rasa kuliner di Makassar yang telah dinikmati oleh banyak orang, termasuk dari berbagai daerah di Indonesia," tambah Sandiaga dengan antusias. Ia mencerminkan semangatnya dengan menyatakan bahwa Makassar bisa disebut sebagai 'kota makan enak dan enak sekali.' Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga meminta agar dokumen yang menjelaskan potensi kuliner Makassar dapat segera disiapkan untuk dinilai oleh panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dari *UNESCO Creative Cities Network (UCCN)*. Ia berkomitmen untuk mengawal dokumen ini demi meningkatkan kesempatan Kota Makassar dalam mendapatkan pengakuan resmi tersebut. Sandiaga optimis bahwa keputusan dari Panselnas di hari berikutnya sangat penting, dan ia berharap dokumen yang disiapkan dapat meyakinkan juri dalam penilaian. Geliat pariwisata di Sulawesi Selatan juga dinilai baik, dengan banyaknya acara berkualitas yang mendorong pertumbuhan produk ekonomi kreatif di daerah tersebut. Ia meminta para pengurus dinas pariwisata untuk terus berinovasi dan lebih kreatif dalam program-program yang ditawarkan. Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Muhammad Roem, berharap Kota Makassar dapat lolos dalam seleksi dan mendapatkan predikat Kota Gastronomi dari UNESCO. Saat ini, Kota Makassar sedang menjalani proses seleksi dan visitasi oleh Panselnas UCCN. Beberapa lokasi menarik seperti Kawasan Kuliner Lego-lego, Inkubator Center, serta Gedung Kesenian telah dikunjungi oleh tim penilai. Apabila Makassar berhasil memperoleh predikat tersebut, akan ada dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang kuliner. Roem menyatakan bahwa hal ini akan membuka peluang kerjasama dengan 57 Kota Gastronomi di seluruh dunia. "Dengan pengakuan dari UNESCO ini, kami optimis Makassar dapat menonjol sebagai destinasi gastronomi di tingkat global. Kuliner Makassar memiliki sejarah, kekayaan geografis, dan ritual budaya yang sangat unik dan berpotensi besar," tuturnya penuh keyakinan. Gastronomi sendiri merupakan seni dalam menyiapkan hidangan yang enak, namun juga mencakup ilmu yang berkaitan dengan aspek seni, filosofi, serta dimensi sosial-budaya makanan. ANTARA