JAKARTA –
**Borneonews - Doha**, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, telah menyampaikan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahwa otoritas Lebanon sangat menginginkan adanya gencatan senjata yang segera terwujud dengan Israel. Dalam pernyataannya, Berri juga menunjukkan ketertarikan untuk memperkuat kehadiran tentara angkatan darat Lebanon di area yang dikuasai oleh Hizbullah, terletak di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel. Menurut laporan dari media siar Lebanon, LBC, diskusi melalui telepon antara Berri dan Macron mencakup berbagai aspek, termasuk situasi terkini di Lebanon serta upaya politik dalam menghentikan agresi yang dilakukan Israel. Berri menegaskan kembali posisi resmi pemerintah Lebanon yang mendukung gencatan senjata segera, serta rencana untuk memobilisasi tentara Lebanon ke perbatasan yang diakui secara internasional antara kedua negara, sesuai dengan ketentuan dalam Resolusi PBB 1701. Lebih lanjut, Berri juga membahas inisiatif Prancis untuk mengadakan konferensi internasional yang bertujuan untuk menangani krisis kemanusiaan di Lebanon. Krisis ini telah berdampak besar, menyebabkan lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka. Dalam kesempatan ini, Berri menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Prancis dan Presiden Macron atas berbagai upaya yang dilakukan untuk mendukung Lebanon dan rakyatnya, terutama di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung. Sejak dimulainya operasi darat oleh Israel terhadap pasukan Hizbullah di bagian selatan Lebanon pada tanggal 1 Oktober, negara tersebut juga terus melancarkan serangan udara terhadap wilayah Lebanon. Serangan yang terus menerus ini dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 2.000 individu, termasuk sejumlah pemimpin Hizbullah, sekaligus menyebabkan lebih dari satu juta orang menjadi pengungsi. Meskipun mengalami kerugian yang signifikan, termasuk hilangnya beberapa jajaran pimpinan, Hizbullah tetap melanjutkan pertempuran daratnya dan terus melakukan serangan roket ke wilayah Israel. Tujuan utama dari operasi militer Israel di Lebanon adalah untuk memungkinkan sekitar 60.000 penduduk di bagian utara daerah tersebut dapat kembali ke rumah mereka setelah dievakuasi sebagai akibat dari serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hizbullah dalam setahun terakhir. Hal ini dilakukan untuk mendukung gerakan Palestina, Hamas. ANTARA