PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dokter Poliklinik Anak RSUD Kota Palangka Raya, dr. Franky Luhulima, mengingatkan para orang tua untuk membatasi konsumsi teh pada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa teh mengandung zat tanin, polifenol, dan fitat yang dapat mengganggu penyerapan zat besi pada anak.

"Mengonsumsi teh pada anak sebaiknya dibatasi, bukan tidak boleh, tetapi jangan berlebihan," ujar dr. Franky, Minggu, 13 Oktober 2024.

Ia menjelaskan bahwa zat besi sangat penting untuk pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak.

"Kekurangan zat besi dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada otak," tegas dr. Franky.

Oleh karena itu, dr. Franky menyarankan agar konsumsi teh pada anak dibatasi. Ia merekomendasikan maksimal pemberian teh sehari adalah segelas, sekitar 200 mililiter.

"Orang tua sebaiknya lebih memperhatikan asupan nutrisi anak, terutama zat besi, dan membatasi konsumsi teh agar tidak mengganggu penyerapan zat besi," pungkasnya. (PATHUR/H)