**Borneonews - Bintan,** Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau telah melaksanakan kegiatan edukasi bagi para pelaku usaha di Desa Ekang Anculai yang difokuskan pada pengelolaan keuangan yang cerdas dan efisien. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tata kelola keuangan kepada masyarakat desa.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan inkubasi kedua dalam program ekosistem keuangan inklusif (*financial inclusion ecosystem*). Dalam inisiatif ini, penduduk desa diperkenalkan dengan konsep pengelolaan keuangan keluarga serta pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan investasi, perlindungan, dan pengalihan risiko.
Program ekosistem keuangan inklusif dibagi menjadi tiga fase, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Kegiatan ini dilakukan dengan kolaborasi antara OJK, Pemerintah Kabupaten Bintan, Desa Ekang Anculai, serta lembaga lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pegadaian.
Sasarannya mencakup ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), perangkat desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta para pelaku usaha yang berada di Desa Ekang Anculai. Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan memberikan informasi mengenai pentingnya perlindungan risiko, yang mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta jaminan hari tua.
PT Pegadaian juga berperan dalam program ini dengan mensosialisasikan pentingnya investasi emas melalui produk tabungan emas dan cicil emas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi strategi bagi masyarakat untuk melindungi diri dari inflasi dan mencapai tujuan keuangan mereka. OJK juga memberikan pelatihan tentang perencanaan keuangan serta mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi bodong dan pinjaman *online* yang tidak resmi.
Kepala Desa Ekang Anculai, Zaili Adi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan edukasi ini sebagai forum yang memberikan banyak pengetahuan dan wawasan. Ia berharap bahwa ilmu yang didapat akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha, keluarga, dan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, salah satu pengelola bank sampah, Tri Agustina, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat menginspirasi dan membantu para pelaku usaha dalam mengelola keuangan, sehingga laporan keuangan dapat lebih terdokumentasi dengan baik dan potensi kerugian dapat diminimalkan.
Diharapkan, melalui program edukasi ini, masyarakat di desa dapat mengimplementasikan berbagai tahapan dalam pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Program EKI bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dengan harapan masyarakat, termasuk di Desa Ekang Anculai, dapat lebih memahami pentingnya tata kelola keuangan dan mengenal manfaat dari beragam produk keuangan yang tersedia.
ANTARA
Edukasi OJK Kepri Tingkatkan Pengelolaan Keuangan di Bintan
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Chelsea Dipermalukan Tottenham Hotspur 0-2 di Stamford Bridge
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







