SURABAYA –
**Borneonews - Pamekasan,** Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia atau Bawaslu RI telah memberikan santunan kepada keluarga seorang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya dalam pengawasan Pemilu 2024. Santunan tersebut diserahkan oleh anggota Bawaslu RI, Totok Haryono, yang didampingi oleh Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits. Penyerahan ini dilakukan secara langsung kepada keluarga almarhum pada kesempatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024, di Pamekasan, Jawa Timur. Pengawas TPS yang meninggal dunia tersebut adalah Edy Kurniawan, yang merupakan warga Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan. Menurut informasi yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, Edy diduga mengalami kelelahan yang cukup parah saat bertugas sebagai pemantau TPS. Sebuah kegiatan yang berlangsung mulai pagi hingga tengah malam saat proses penghitungan suara dilakukan. Sukma menambahkan bahwa total santunan yang diberikan kepada keluarga almarhum mencapai Rp46 juta. Santunan tersebut terdiri dari Rp10 juta untuk biaya pemakaman dan Rp36 juta sebagai santunan kematian. Penyerahan santunan ini disaksikan oleh aparat desa setempat sebagai bentuk transparansi dan dukungan komunitas. “Pemberian santunan ini merupakan bentuk solidaritas dari kami kepada para petugas di lapangan. Selain itu, ini juga sebagai penghormatan kami kepada almarhum yang telah menjadi pahlawan dalam proses demokrasi,” ujar Sukma. Selain itu, di lokasi yang berbeda, seorang Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) bernama Mistariadi yang berusia 51 tahun juga mengalami nasib tragis. Ia meninggal dunia saat bertugas mengamankan Pemilu 2024 di TPS 04 Dusun Konang Barat, Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Mistariadi juga diduga meninggal akibat kelelahan yang dialaminya selama menjalankan tugas. Keluarga almarhum telah menerima santunan dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) melalui KPU Pamekasan dengan jumlah yang sama seperti yang diterima keluarga Edy Kurniawan. ANTARA