JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia membutuhkan dukungan finansial dan strategi pemasaran yang efektif layaknya mobil balap yang memerlukan mesin yang kuat dan bahan bakar yang berkualitas. Dalam konteks ini, keberadaan dua Badan Layanan Umum (BLU), yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) serta SMESCO, menjadi sangat penting. Mereka diharapkan berfungsi seperti *turbocharger*, yang mampu meningkatkan performa koperasi dan UMKM di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan sektor ini, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) baru saja menerbitkan buku berjudul "Reformasi BLU: LPDB-KUMKM & SMESCO Modal Lancar, Jualan Gencar". Buku yang merupakan cetakan pertama ini memberikan penjelasan menyeluruh mengenai peran kedua lembaga dalam mendukung pengembangan UMKM dan koperasi di Tanah Air. Dalam buku tersebut, dituliskan bahwa LPDB-KUMKM dan SMESCO berfungsi sebagai "bensin" dan "mesin" bagi UMKM. Hal ini menunjukkan betapa signifikan kontribusi mereka dalam memfasilitasi pembiayaan dan pemasaran produk UMKM. Materi dalam buku ini juga didasarkan pada pengawasan langsung Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Buku ini mencakup berbagai inovasi yang diperkenalkan oleh LPDB-KUMKM dan SMESCO untuk meningkatkan efektivitas layanan mereka. Dalam iklim ekonomi digital yang terus berkembang, penekanan pada pentingnya peran UMKM dan koperasi menjadi semakin relevan. Saat ini, UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta unit, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan memberikan kontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di sisi lain, koperasi diharapkan dapat mengagregasi produk UMKM sehingga mereka dapat bersaing di tingkat global. Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menyajikan hasil studi kasus termasuk reformasi dan inovasi yang telah dijalankan oleh LPDB-KUMKM. Fokus utama lembaga ini adalah memberikan pinjaman kepada koperasi agar dapat memperkuat akuisisi dan konsolidasi UMKM. Dengan skema pembiayaan yang kreatif seperti *pre-financing* dan KUR Klaster, LPDB-KUMKM berupaya memenuhi kebutuhan spesifik UMKM dan koperasi di Indonesia. Di bagian kedua, penekanan diberikan pada SMESCO yang berperan sebagai solusi pemasaran bagi produk UMKM dan koperasi. SMESCO, yang didukung oleh KemenKopUKM, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pemasaran, tetapi juga sebagai pusat keunggulan yang menawarkan konsultasi, pendampingan, dan pelatihan kepada UMKM. Selain itu, SMESCO juga telah mengembangkan berbagai platform *digital* termasuk *e-commerce*, media sosial, dan *marketplace* untuk meningkatkan akses pasar UMKM. Buku setebal 218 halaman ini dirancang dengan gradasi warna hijau yang menarik dan menawarkan informasi bermanfaat untuk pelaku UMKM, pengurus koperasi, akademisi, serta para pengambil kebijakan. gaya bahasa yang digunakan cukup lugas, yang membuatnya mudah diakses dan dicerna oleh berbagai kalangan. Meskipun buku ini memberikan gambaran positif mengenai peran BLU dalam pengembangan UMKM dan koperasi, perlu dicatat bahwa tetap diperlukan evaluasi kritis terhadap program-program yang disajikan. Hal ini penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh, terutama tentang kelemahan dan tantangan dalam implementasi program yang ada. Untuk edisi-edisi selanjutnya, disarankan agar buku ini lebih mendalami topik-topik relevan, seperti strategi pemasaran *digital*, manajemen keuangan, dan inovasi produk. Selain itu, ada baiknya buku ini menampilkan lebih banyak contoh kolaborasi sukses antara berbagai pihak dalam pengembangan UMKM dan koperasi. Seiring dengan semua kelebihan dan kekurangan tersebut, buku ini menyediakan wawasan mendalam dan dapat berfungsi sebagai panduan yang komprehensif bagi para pelaku UMKM, menjadikannya referensi yang sangat berharga dalam upaya mempercepat pertumbuhan sektor tersebut di Indonesia. Dengan demikian, LPDB-KUMKM dan SMESCO diharapkan dapat berperan sebagai *turbocharger* yang efektif dalam memajukan koperasi dan UMKM di negara ini. ANTARA