JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel Hafiz Nofal, menginformasikan bahwa jumlah negara Eropa yang bersedia mengakui kedaulatan Palestina kini semakin bertambah. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks usaha pemerintah Palestina yang tengah berjuang untuk mencapai tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka, yaitu mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka dari lebih banyak negara. Dubes Nofal menegaskan bahwa sekitar 149 negara di seluruh dunia telah memberikan akui terhadap Negara Palestina. Selain itu, dia menambahkan bahwa terdapat sejumlah negara Eropa yang siap untuk memberikan pengakuan lebih lanjut. Namun, dia tidak merinci nama-nama negara Eropa yang dimaksud. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara aksi solidaritas yang digelar oleh Kedutaan Besar Venezuela di Moskow, Rusia, yang ditujukan untuk rakyat Palestina dan Lebanon. Nofal juga menyoroti tindakan beberapa negara di Amerika Latin, yakni Bolivia, Venezuela, Kolombia, dan Nikaragua, yang telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protes terhadap serangan yang dilakukan oleh negara tersebut terhadap rakyat Palestina. Lebih lanjut, dia yakin bahwa solidaritas terhadap Palestina dan hak asasi manusia dianggap penting, tidak hanya di kalangan pemerintah negara-negara tersebut, tetapi juga di kalangan masyarakat umum di Amerika Latin. Dalam menghadapi kondisi yang semakin buruk, perjuangan diplomasi Palestina ini terjadi di tengah agresi militer Israel yang masih berlangsung dan telah mengakibatkan kerusakan signifikan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Akibat agresi tersebut, diperkirakan hampir 42.000 orang telah kehilangan nyawa, sementara 97.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan. Sisa populasi yang masih bertahan di Jalur Gaza kini tengah menghadapi tantangan kelangkaan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan, yang semakin parah akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel. Perang ini juga telah mengakibatkan pembagian Jalur Gaza menjadi dua wilayah, yakni utara dan selatan. Pasukan Israel terus melancarkan serangan di daerah Rafah, yang mereka sebut sebagai benteng terakhir Hamas di Gaza bagian selatan. Dalam situasi yang kritis ini, masyarakat Palestina berharap akan dukungan internasional yang lebih luas. ANTARA