JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa kemungkinan penambahan personel untuk pengamanan akan dilakukan seiring dengan meningkatnya euforia masyarakat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2024. Hingga hari Minggu siang, Jenderal Maruli mengungkapkan bahwa TNI belum mendeteksi adanya gerakan atau gelombang yang dapat mengganggu situasi terkait pelantikan tersebut. Meskipun demikian, Maruli menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan bersikap antisipatif dan profesional dalam mengamankan acara pelantikan. Ia menjelaskan, pengamanan akan melibatkan beberapa lapisan, termasuk Paspampres, dengan pembagian menjadi ring satu, ring dua, dan ring tiga. Pengamanan untuk acara pelantikan presiden akan dilaksanakan dengan prosedur yang sama seperti pelantikan pada periode sebelumnya. Namun, Maruli menegaskan bahwa jika terdapat eskalasi dari gerakan yang berpotensi menimbulkan gangguan, maka tambahan personel akan dikerahkan dari ketiga matra Angkatan, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Jenderal bintang empat tersebut juga menambahkan bahwa penambahan personel dalam pengamanan acara besar semacam ini adalah hal yang telah menjadi rutinitas dan ia juga pernah terlibat dalam pengamanan pelantikan sebelumnya. Lebih lanjut, Maruli mengaku belum memiliki informasi mendetail mengenai kemungkinan adanya konvoi yang dilakukan oleh presiden dan wakil presiden setelah pelantikan. Ia menyampaikan bahwa jadwal keduanya setelah dilantik sangat padat, dimulai dari pelantikan oleh MPR, sidang, hingga perjalanan ke Istana untuk menerima tamu. Mengenai jumlah personel TNI yang akan diterjunkan dalam proses pengamanan pelantikan, Maruli juga belum memberikan rincian yang jelas. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diharapkan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029 di Gedung DPR/MPR. Setelah pelantikan, mereka dijadwalkan untuk menuju Istana Kepresidenan untuk mengikuti serah terima jabatan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA