**Borneonews - Mukomuko**, Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu telah memberikan rekomendasi terkait penanganan darurat terhadap longsor yang terjadi di tebing di Desa Pondok Panjang, Kabupaten Mukomuko, yang menyebabkan satu unit rumah tergerus dan jatuh ke dalam Sungai Manjuto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menyatakan bahwa tim dari balai telah melakukan evaluasi teknis di lokasi bencana tersebut. Penilaian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam penanganan darurat.
Apriansyah menjelaskan bahwa dalam kajian teknis tersebut, tim BWSS VII Bengkulu melakukan perhitungan mengenai debit air serta dampak yang akan ditimbulkan jika penanganan darurat tidak segera dilakukan. Ia menjawarkan dua opsi untuk penanganan, yang pertama adalah pembangunan penahan tebing. Namun, hal ini memerlukan biaya yang cukup besar dan proses perencanaan yang rumit, yang harus disetujui oleh pihak pusat.
Sebagai langkah alternatif yang lebih cepat, ia mengusulkan untuk melakukan *sodetan* aliran sungai. Setelah mengajukan desain, lebar dan panjang sodetan akan dihitung untuk mendapatkan data yang valid. Rekomendasi dan hasil kajian teknis dari balai ini akan diajukan kepada pejabat sementara bupati untuk memperoleh keputusan terkait status tanggap darurat.
Setelah bupati mengeluarkan surat keputusan mengenai status tanggap darurat, hal ini akan menjadi dasar bagi balai untuk mengalokasikan dana yang diperlukan. Apriansyah menambahkan bahwa kajian yang dilakukan telah dinyatakan layak untuk tindakan tanggap darurat, maka bupati dapat mengeluarkan pernyataan resmi.
Pengesahan hasil kajian tersebut memerlukan tanda tangan dari tiga orang di balai. Saat ini baru satu yang telah menyetujui, sementara dua lainnya dijadwalkan untuk menandatangani dalam waktu dekat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, mengungkapkan bahwa terdapat 14 rumah lainnya di lokasi yang sama yang terancam akan jatuh ke dalam sungai. Posisi rumah tersebut sangat dekat dengan tebing yang longsor, hanya sekitar satu meter.
Meski rumah-rumah tersebut masih dihuni, Ruri mengimbau agar para pemilik tetap waspada, terutama dengan tingginya intensitas hujan yang dapat memicu longsor lebih lanjut.
ANTARA
Penanganan Darurat Longsor di Mukomuko, 14 Rumah Terancam Jatuh
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPOM: Inovasi Kesehatan Jawab Tantangan Penyakit Langka Global
Bapenda Barito Timur Perluas Edukasi Pajak, Empat Kecamatan Sudah Disambangi
Mengubur Luka dengan Emas di Nagoya
Balai TNTP Apresiasi Dukungan 6.000 Liter BBM dari CBI Group untuk Tangani Karhutla
Trump Akan Hapus Tarif 50 Persen Barang Kanada Jelang Pemilu Sela
Pemkab Kobar Berlakukan Ganjil-Genap Pertalite di 5 SPBU Pangkalan Bun, Ini Aturannya
Komentar (0)
Memuat komentar…







