SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan untuk meninjau progres pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Solo, Jawa Tengah, pada hari Minggu. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek tersebut berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selama tinjauan, Menhub bersama rombongan melakukan perjalanan dari Stasiun Kadipiro menuju lokasi proyek dengan menggunakan *lori* pemeriksa jalur kereta api. Ia mengungkapkan bahwa dengan penggunaan *lori* tersebut, perjalanan dari arah Semarang menuju Solo sudah dapat dilakukan. Meskipun demikian, untuk memastikan semua proses sesuai dengan standar yang ditetapkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melaksanakan tes beban pada tanggal 23 dan 24 Oktober. Menhub menegaskan bahwa jika tes beban berjalan sukses, operasional rel layang tersebut ditargetkan dapat dimulai paling lambat pada 1 November. Diharapkan, dengan beroperasinya rel layang dan selesainya pembangunan *underpass* di Simpang Joglo, dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut. Lebih lanjut, Budi Karya menjelaskan bahwa fungsi dari jembatan ini sangat penting, mengingat lokasi ini merupakan pusat kemacetan lalu lintas di Solo. Ia menambahkan bahwa dengan adanya pembangunan rel layang dan *underpass*, Simpang Tujuh Joglo akan bertransformasi menjadi jalur simpang empat yang lebih efisien. Mengenai anggaran, Menhub menyampaikan bahwa total biaya untuk pembangunan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,2 triliun. Rel layang ini rencananya akan dilengkapi dengan dua jalur, sehingga memungkinkan operasional kereta api dengan rute dari Solo ke Semarang dan sebaliknya. "Kereta api dari Solo menuju Semarang akan memiliki dua jalur, seperti yang kami terapkan pada rute Solo-Jogja. Namun, perlu diperhatikan bahwa proyek ini bersifat *multi years* terkait dengan penganggarannya," tambah Menhub. ANTARA