**Borneonews - Temanggung**, Calon Bupati Temanggung dengan nomor urut satu, Agus Setyawan, memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi Pasar Papringan yang terletak di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kedu, Kabupaten Temanggung pada hari Minggu. Dalam kunjungan tersebut, Agus mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Pasar Papringan yang dipelopori oleh Singgih Kartono merupakan sebuah inovasi yang sangat perlu dikembangkan oleh para insan kreatif di Kabupaten Temanggung.
Bersama dengan istrinya, Agus menyapa masyarakat di pasar tradisional yang telah dikenal hingga ke mancanegara ini. Setibanya di lokasi, ia disambut dengan penuh antusiasme oleh warga serta para pedagang. Sejumlah masyarakat bahkan berebut untuk bersalaman dan berpose bersama dirinya.
Selama menjelajahi lokasi, Agus memperhatikan keberadaan Pasar Papringan yang tak hanya sebagai destinasi wisata alternatif yang berbasis alam, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Ia menegaskan, Gagasan Pak Singgih ini sungguh luar biasa. Selain konsepnya yang unik, yang paling penting adalah dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di desa ini.
Agus juga menyempatkan diri untuk berkeliling, mengunjungi berbagai pedagang, dan berinteraksi dengan pengunjung. Ia menikmati beberapa kuliner yang ditawarkan, seperti nasi megono, kupat tahu, kopi, serta makanan tradisional khas Temanggung yang memiliki nama unik, bajingan. Makanan yang terakhir ini adalah sejenis jenang yang terbuat dari ubi.
Banyak makanan yang saya cicipi, tetapi yang paling favorit adalah makanan khas Temanggung bernama bajingan, ujarnya menjelaskan penilaiannya.
Harapannya, inovasi seperti Pasar Papringan akan terus bermunculan di Kabupaten Temanggung, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai upaya untuk mengangkat budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Saya yakin Temanggung kaya akan ide-ide kreatif seperti ini, terutama didukung oleh kekayaan alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana masyarakat mengemasnya dengan baik, tambahnya.
Salah satu pengunjung, Suyono, mengaku bahwa Pasar Papringan di Ngadiprono memiliki daya tarik khusus. Dengan lokasinya yang asri dan terletak di bawah naungan vegetasi bambu, pasar ini menawarkan berbagai kuliner tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pasar Papringan menjadi tempat yang nyaman untuk sekadar melepas penat. Suasana di sini sangat berbeda dan menyenangkan, ucap Suyono.
Pasar Papringan Ngadiprono, yang menempati area seluas 2.500 meter persegi dengan banyak tanaman bambu, hanya berlangsung setiap hari Minggu Wage sesuai dengan kalender Jawa. Berbeda dari pasar lainnya, alat transaksi di sini sangat unik, menggunakan *Duit Pring*, yaitu uang yang terbuat dari bambu.
ANTARA
Kunjungan Agus Setyawan ke Pasar Papringan, Dukung Kreativitas Lokal
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







