**Borneonews - Yerusalem**, Militer Israel mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan sistem pertahanan udara *THAAD* (Terminal High Altitude Area Defense) di wilayahnya, yang merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Pengerahan sistem ini diumumkan pada hari Sabtu, 12 Oktober.
Menurut laporan dari Radio Militer Israel, keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi serangan rudal dari Iran. Ini merupakan langkah pencegahan yang dianggap mendesak setelah serangan-serangan rudal baru-baru ini yang dilancarkan oleh Iran.
Dikatakan bahwa penggelaran sistem *THAAD* ini merupakan yang pertama kalinya. Namun, penting untuk dicatat bahwa Amerika Serikat sebelumnya juga pernah menempatkan sistem *THAAD* di Israel pada Maret 2019 dalam rangka latihan pertahanan bersama. Kapan dan dalam bentuk apa pengerahan saat ini akan permanen masih belum dapat dipastikan.
*THAAD* adalah sistem pertahanan yang dikembangkan oleh perusahaan Lockheed Martin. Sistem ini dirancang untuk mencegat rudal balistik dengan jarak pendek hingga menengah pada ketinggian yang tinggi. Pihak Lockheed Martin mengklaim bahwa *THAAD* merupakan satu-satunya sistem dari AS yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan target, baik di dalam maupun di luar atmosfer.
Sistem pertahanan udara Israel sebelumnya mengandalkan tiga jenis sistem, yaitu Arrow untuk jarak jauh, Sling David untuk jarak menengah, serta Iron Dome untuk jarak pendek. Namun, sistem-sistem ini dinyatakan tidak efektif dalam mencegat sejumlah besar rudal yang diluncurkan oleh Iran dalam serangan terakhir.
Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke arah Israel sebagai respons terhadap dibunuhnya mantan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, serta sejumlah sasaran lainnya yang termasuk pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan seorang jenderal Garda Revolusioner, Abbas Nilforushan.
Setelah serangan tersebut, militer Israel mengakui bahwa beberapa pangkalan udara mereka mengalami kerusakan akibat serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran. Saat ini, mereka tengah mempersiapkan langkah balasan terhadap Teheran atas tindakan agresif tersebut.
Iran sendiri membela langkahnya dengan merujuk pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menegaskan hak setiap negara untuk menggunakan kekuatan dalam mempertahankan diri terhadap serangan bersenjata yang dihadapi.
ANTARA
Pengerahan Sistem Pertahanan THAAD AS di Israel Amid Ketegangan dengan Iran
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







