BORNEONEWS, Lamandau - Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius pihak terkait, termasuk di antaranya TNI, bagian dari Tim Satgas pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Anggota TNI di Lamandau seluruhnya berjumlah 35 orang, semuanya siaga darurat api.
"Seluruh anggota kami dari Koramil Bulik, Koramil Delang dan Koramil Lamandau yang berjumlah 35 orang dalam posisi siaga darurat api," kata Perwira Penghubung (Pabung) Lamandau Kodim 1014/Pbn, Mayor Inf. Supriyanto, kepada Borneonews, Senin (29/8/2016).
Menurutnya semua anggotanya tersebut, terus melakukan monitoring pencegahan Karhutla dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pembakaran lahan.
"Memang dilapangan kita masih memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah sarana tranportasi darat dan juga alat GPS," bebernya.
Sedangkan untuk titik yang tidak terjangkau, sewaktu-waktu pihaknya dapat berkordinasi dan meminta bantuan Satgas Udara dari TNI yang memiliki 1 Unit Helycopter Water Bombing yang stand by di Pangkalan Bun.
"Untuk alat GPS setiap koramil belum punya, kita terkadang pinjam punya BPBD, Dinas Kehutanan atau terkadang pinjam punya perusahaan, untungnya dalam 2 hari ini belum terlihat adanya hot spot (titik api)," tandasnya. (HEN NURFALAH/N).








