PALU –
**Borneonews - Palu**, Satuan Tugas Pangan Kota Palu memberikan imbauan kepada para distributor bahan pangan agar tetap menjaga ketersediaan kebutuhan pokok. Hal ini diharapkan dapat mencegah dampak negatif terhadap harga komoditas pangan di wilayah ibu kota Sulawesi Tengah tersebut. Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Palu, Rahmad Mustafa, menyatakan pentingnya peran distributor dalam upaya pemerintah untuk memastikan stabilitas harga bahan pangan. "Distributor pangan sangat strategis dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pangan," ujarnya. Rahmad menambahkan, Satgas Pangan yang dibentuk oleh pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar terkait dengan kestabilan harga bahan pokok. Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat akan ada hari besar keagamaan, yang biasanya mendongkrak permintaan pangan. Untuk itu, pemda setempat diharapkan segera mengambil tindakan konkret untuk menjamin pemenuhan pasokan bahan pangan demi ketahanan konsumsi hingga akhir tahun 2024. Salah satu langkah yang diambil adalah melaksanakan inspeksi terhadap bahan pokok penting di tingkat distributor. "Hingga saat ini, ketersediaan komoditas pangan sangat memadai," katanya. Sebagai contoh, dalam inspeksi yang dilakukan, diketahui bahwa distributor gula pasir di Palu menyatakan memiliki stok cukup untuk memenuhi kebutuhan dua bulan ke depan, dengan jumlah mencapai 132 ton. Distributor juga sedang melakukan penambahan stok guna menghadapi permintaan saat Natal dan Tahun Baru. Selain itu, berdasarkan data dari Bulog, ketersediaan beras di gudang logistik saat ini dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi untuk dua bulan ke depan. Pada bulan Juni lalu, pasokan beras mencapai 24.772 ton, sementara rata-rata konsumsi beras di Sulawesi Tengah adalah sekitar 118 kilogram per kapita. Rahmad Mustafa juga menekankan bahwa ketersediaan bahan pokok sangat mempengaruhi inflasi di daerah. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak yang berkepentingan dalam bidang pangan dapat bekerja sama untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah ini. "Pemkot Palu tidak dapat bergerak sendiri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. Kami memerlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pedagang, untuk bersama-sama memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga," pungkasnya. ANTARA