**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia telah mencapai tingkat pendidikan dan kesadaran yang lebih baik dalam menghormati dan menjaga ketertiban selama pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih siap dalam mengikuti pesta demokrasi yang berlangsung setiap lima tahun tersebut.
Maruli menjelaskan bahwa kesiapan masyarakat dalam menyambut pilkada kali ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan pilkada-pilkada sebelumnya. Masyarakat lebih baik dalam menghadapi perbedaan pendapat serta pilihan yang mungkin muncul di antara mereka.
"Saya sering menginformasi kepada media bahwa masyarakat kita sudah lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, karena proses pilkada telah dilakukan berulang kali. Oleh karena itu, saya percaya semua pihak dapat ikut berperan dalam menjaga ketertiban," ungkap Maruli dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Minggu.
Lebih lanjut, KSAD menjelaskan bahwa TNI telah melakukan pemetaan kondisi dan belum menemukan adanya gejolak atau masalah di masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban serta keamanan selama pelaksanaan pilkada. Oleh karena itu, situasi di berbagai daerah diperkirakan cukup stabil untuk proses pemilihan.
"Informasi intelijen yang kami miliki menunjukkan bahwa semua akan berlangsung baik, sehingga kami memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk media," katanya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga situasi kondusif.
Maruli berharap dukungan dari semua pemangku kepentingan, termasuk media, akan turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang mendukung jalannya pilkada di seluruh Indonesia. Dia meyakini bahwa dengan kerjasama yang solid, keamanan dan ketertiban akan terpelihara.
Di sisi lain, Indonesia akan menghadapi berbagai momentum politik penting menjelang awal tahun depan. Proses kampanye untuk pilkada telah dimulai sejak akhir September. Selain itu, pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029 dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober.
Debat kandidat untuk Pilkada 2024 juga direncanakan akan berlangsung maksimal tiga kali di setiap kabupaten, kota, atau provinsi. Pada 27 November, pemungutan suara serentak akan dilaksanakan oleh masyarakat untuk memilih pemimpin di daerah masing-masing.
Setelah pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setiap daerah akan melaksanakan proses penghitungan dan rekapitulasi suara hingga pertengahan Desember 2024. Proses ini akan dilanjutkan dengan penetapan pemenang oleh KPU, di mana penyelesaian sengketa pemilihan masih dapat dilakukan. Pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2025, sedangkan pelantikan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota akan diadakan pada 10 Februari 2025.
ANTARA
Masyarakat Terdidik Jaga Ketertiban Selama Pilkada 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







