BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas bongkar muat komoditas impor di wilayah tersebut selama Agustus 2024.
Pada bulan Agustus 2024, bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah dilakukan melalui berbagai pelabuhan, baik yang berada di dalam maupun di luar provinsi. Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Pulang Pisau menjadi dua pelabuhan utama yang menangani aktivitas ini.
"Pelabuhan Sampit mengalami penurunan nilai impor tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$1,88 juta atau turun 52,51 persen," kata Agnes pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Sebaliknya, kata Agnes, Pelabuhan Pulang Pisau mencatat peningkatan nilai impor sebesar US$0,48 juta, setelah pada bulan sebelumnya tidak ada aktivitas impor.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah," ujar Agnes.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, nilai impor melalui Pelabuhan Sampit mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar US$9,91 juta atau turun 85,36 persen. Penurunan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pola perdagangan dan distribusi komoditas impor di wilayah tersebut.
--page
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa perubahan nilai impor ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh negara mitra dagang.
"Kami terus memantau perkembangan ini untuk memberikan data yang akurat dan relevan bagi para pemangku kepentingan," jelasnya.
Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah selama Agustus 2024 menunjukkan dinamika yang beragam di berbagai pelabuhan. BPS Kalimantan Tengah akan terus melakukan pemantauan dan analisis untuk memahami tren dan implikasi dari perubahan ini terhadap perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA?Y)









