**Borneonews - Pamekasan**, Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Jawa Timur telah mengambil langkah signifikan untuk melindungi tenaga pengawas Pilkada 2024 melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (*JKK*) dan Jaminan Kematian (*JKM*). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial kepada kelompok pekerja yang rentan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemkab Pamekasan, Cahya Wibawa, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai upaya untuk melindungi para petugas yang terlibat dalam proses pemilihan tersebut. Ia menekankan bahwa pengawas pemilu memiliki risiko tinggi dalam pelaksanaan tugas mereka yang harus melibatkan mobilitas tinggi.
Untuk mendukung program ini, Pemkab Pamekasan telah mengalokasikan anggaran khusus, guna memastikan bahwa semua petugas pengawas Pilkada memperoleh jaminan keselamatan selama bertugas. Cahya juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan terkait dengan pelaksanaan *JKK* dan *JKM*.
Dalam rapat koordinasi tersebut, diinformasikan bahwa sebagian dari dana hibah sebesar Rp12 miliar yang diterima oleh Bawaslu Pamekasan akan digunakan untuk membayar iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Hal ini merupakan langkah proaktif yang diambil untuk memastikan perlindungan bagi para pengawas selama menjalankan tugas mereka.
Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, juga menegaskan dukungannya terhadap program perlindungan ini. Namun, ia mengingatkan adanya kendala terkait klausul penggunaan anggaran. Sukma menyampaikan permintaan kepada Pemkab Pamekasan untuk menambah klausul penggunaan keuangan khusus untuk kedua program tersebut.
Lebih lanjut, Sukma menjelaskan bahwa perlindungan melalui *JKK* dan *JKM* akan diberikan kepada pengawas di semua tingkatan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga tempat pemungutan suara (*TPS*). Sebanyak 1.503 orang pengawas akan mendapatkan jaminan ini, yang mencakup 5 orang pengawas kabupaten, 39 pengawas kecamatan, 189 pengawas desa/kelurahan, serta 1.270 pengawas di *TPS*.
Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024 di Kabupaten Pamekasan akan diikuti oleh tiga pasangan calon. Pasangan Fattah Jasin-Mujahid Ansori (Tauhid) dengan nomor urut 1, K.H. Kholilurrahman-Sukriyanto (Kharisma) nomor urut 2, dan Mohammad Baqir Aminatullah-Taufadi (Berbakti) nomor urut 3. Pasangan Tauhid diusung oleh koalisi beberapa partai, termasuk Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, dan lainnya, sementara pasangan Kharisma didukung oleh Partai Demokrat dan beberapa partai lainnya.
KPU Kabupaten Pamekasan juga telah mengumumkan pendirian 1.270 TPS untuk Pilkada 2024, yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan. Dengan total pemilih yang terdaftar mencapai 666.048 orang, terdiri dari 321.417 laki-laki dan 344.631 perempuan, harapan besar diletakkan pada kesuksesan pelaksanaan pemilu ini.
ANTARA
Pemkab Pamekasan Lindungi Pengawas Pilkada dengan JKK dan JKM
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







