JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono, mengungkapkan bahwa Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) akan berperan sebagai mata dan telinga gubernur untuk memantau kondisi masyarakat. Dalam acara syukuran yang dihadiri oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan, serta konstituen di daerah pemilihan VII Jakarta Selatan, Suswono menekankan pentingnya peran RT dan RW dalam menyampaikan informasi langsung kepada pemerintah. "Ketua RT-RW ini adalah ujung tombak yang bisa memberikan laporan langsung kepada gubernur. Mereka adalah yang lebih mengetahui dan memahami kondisi masyarakat di lingkungan mereka," jelasnya. Suswono juga menyampaikan rencananya untuk memberikan akses komunikasi langsung antara Ketua RT-RW dan gubernur agar laporan mengenai situasi darurat dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif, tanpa harus melalui panjangnya birokrasi yang melibatkan lurah, camat, atau wali kota. Selain itu, Suswono menjelaskan bahwa dia berencana memberikan otonomi lebih kepada RW dalam merencanakan pembangunan di lingkungan mereka. Dia mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta per tahun untuk setiap RW yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan. Menurutnya, pasangan calon RIDO juga akan menaikkan insentif untuk RT-RW, dasawisma, serta juru pemantau kesehatan lingkungan (jumantik). "Program-program Pemprov DKI Jakarta yang telah berjalan dengan baik akan terus dijalankan. Kami juga merencanakan untuk menyajikan delapan menu makanan yang memiliki makna tersendiri. Salah satunya adalah *BAKWAN*, singkatan dari 'Bangun Kota Rawat Lingkungan', yang bertujuan untuk menjaga keindahan kota dan menjauhkannya dari kesan kumuh," lanjut Suswono. Adapun menu lainnya mencakup *KUE PUTU*, yang menekankan pada optimalisasi transportasi publik yang ramah lingkungan, serta *LAKSA*, yang fokus pada pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat. Menurut Suswono, program ini ditujukan untuk generasi muda, termasuk karang taruna, dengan harapan menciptakan peluang kerja yang melimpah. "Jika ada kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, masyarakat bebas untuk menyuarakan keluhan mereka di Balai Kota. Kami bahkan menyarankan para ibu untuk melakukan aksi masak sebagai bentuk protes," tambahnya dengan humor. Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian periode 2009-2014 ini juga menawarkan berbagai inisiatif, seperti *PETIS* yang mengacu pada pendidikan gratis, baik di tingkat dasar maupun menengah. Dia menjelaskan bahwa akses pendidikan berkualitas harus diperoleh oleh semua warga, termasuk pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. Dia juga menjelaskan tentang *ASINAN*, yang merupakan akronim dari Agenda Solusi Hujan Aman, sebagai solusi terintegrasi untuk mengatasi permasalahan banjir. Kemudian, terdapat *RUJAK*, yaitu program penyediaan perumahan yang terjangkau, serta *KETUPAT*, yang merupakan program kredit mikro tanpa bunga. Akhirnya, ada *SEMUR* yang berfokus pada penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan, menambahkan bahwa terdapat 70 program yang akan dijalankan oleh pasangan RIDO. Johan juga menekankan pentingnya sosialisasi program-program tersebut kepada masyarakat secara langsung, bahkan dengan pembagian pamflet dari pintu ke pintu. "Program-program ini termasuk pendidikan gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta. Kami juga akan melanjutkan bantuan pendidikan KJP. Hal ini sudah dipastikan dalam MoU dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pendidikan gratis di sekolah swasta, rincian teknisnya masih perlu dibahas terkait anggaran," jelas Ali. Lebih lanjut, pasangan RIDO berkomitmen untuk memperkuat kemandirian dana RW dengan alokasi Rp200 juta per tahun, yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkatan RW yang bersangkutan. "Dana ini nantinya akan dibahas dalam musyawarah bersama semua komponen di tingkat kelurahan, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat sesuai aspirasi yang ada," tegasnya. Dalam acara tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid, juga memberikan dukungannya kepada pasangan RIDO, menekankan pentingnya rekam jejak yang jelas dalam memilih pemimpin. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menggunakan hak suara mereka untuk memilih, tetapi juga untuk mengawasi proses pemilihan agar suara rakyat tidak terlewatkan. "Hak kita untuk memilih harus diimbangi dengan kewajiban mengawasi agar suara yang kita berikan tidak salah alamat. Kita harus memastikan suara rakyat yang diperjuangkan tidak hilang begitu saja," ujarnya dengan tegas. ANTARA