SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menargetkan peningkatan nilai ekonomi rotan dengan membuka akses ekspor langsung ke luar negeri. Halikinnor optimis bahwa upaya ini akan berdampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama para petani rotan di Sampit dan sekitarnya.

“Saya baru saja bertemu dengan duta besar Swedia dan Irlandia. Mereka menyatakan bahwa harga rotan kita sangat tinggi di pasar internasional. Semoga pada periode kedua nanti, kita bisa bekerja sama langsung agar rotan dari Sampit bisa diekspor, sehingga harganya naik,” kata Halikinnor, Minggu, 13 Oktober2024.

Hal itu sempat ia sampaikan saat berkunjung di Kecamatan Kota Besi dan Kecamatan Cempaga beberapa waktu lalu.

Halikinnor menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya harga rotan lokal karena adanya asosiasi di Jawa yang mengolah supaya rotan dianggap hasil hutan bukan budidaya.

“Selama ini, rotan kita dianggap sebagai hasil hutan, bukan budidaya. Padahal, rotan di Kotim sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak lama. Karena itu, rotan mentah tidak bisa langsung diekspor dan harganya jatuh,” ujarnya.

--page

Menurutnya, solusi harus segera dicari agar komoditas rotan bisa memiliki nilai tambah dan pasar internasional dapat diakses tanpa hambatan. Sebab terbukanya akses ekspor akan berdampak kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

“Jika kita bisa mengekspor rotan langsung, harga di tingkat petani akan lebih tinggi dan mereka bisa menikmati hasilnya,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)