**Borneonews - Blitar**, Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa produksi rokok sigaret kretek tangan (*SKT*) memiliki peran krusial dalam penggerakan perekonomian di kawasan ini. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Khofifah saat mengunjungi fasilitas produksi SKT milik PT HM Sampoerna Tbk, yang terletak di Blitar.
Dalam kunjungannya, Khofifah mengungkapkan bahwa ia telah melakukan survei di berbagai pabrik SKT dan menemukan bahwa industri ini merupakan industri padat karya. Menurutnya, sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan tidak hanya terhadap peningkatan produktivitas perusahaan, tetapi juga terhadap kesejahteraan keluarga para pekerja. Kunjungan ini menjadi bagian dari upayanya untuk lebih dekat dengan masyarakat serta memahami peran sektor-sektor vital dalam perekonomian Jatim, termasuk di dalamnya kontribusi dari para pekerja perempuan yang mendominasi segmen SKT.
Khofifah menambahkan bahwa peran perempuan dalam industri, seperti Industri Hasil Tembakau (*IHT*), sangat penting, terutama mengingat Jatim merupakan salah satu daerah dengan tingkat produksi hasil tembakau terbesar di Indonesia. Ia memastikan bahwa perempuan yang bekerja di sektor ini tidak hanya berkontribusi dalam perkembangan industri, tetapi juga berperan sebagai tulang punggung keluarga mereka. Dengan menegaskan bahwa SKT adalah contoh nyata dari industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, Khofifah menunjukkan betapa pentingnya sektor ini.
Dia juga menyampaikan bahwa sektor IHT, khususnya di Jatim, memiliki peranan strategis dalam menyerap tenaga kerja. Berdasarkan data terkini, puluhan ribu tenaga kerja terlibat dalam berbagai pabrik rokok di wilayah tersebut, di mana mayoritas pekerja adalah perempuan. "Oleh karena itu, SKT adalah bentuk nyata dari kemampuan sektor ini dalam menyerap tenaga kerja," ucapnya.
Di samping pengakuan terhadap kontribusi perempuan, Khofifah juga menekankan pentingnya perlindungan hak-hak pekerja di sektor IHT. Kesejahteraan hak-hak pekerja, terutama perempuan, harus menjadi prioritas utama demi menciptakan lingkungan kerja yang adil dan sejahtera. Dalam kunjungannya di Plant SKT Sampoerna di Blitar, ia melaporkan bahwa bahkan terdapat pekerja disabilitas, menegaskan bahwa industri ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi.
Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan industri yang berkelanjutan di Jatim. Dia optimis bahwa sektor IHT memiliki potensi untuk terus berkembang, asalkan pemerintah dan pelaku industri bersinergi dalam menghadapi tantangan yang ada. Selama kunjungannya, Khofifah juga menyaksikan langsung proses produksi di pabrik tersebut, yang sebagian besar dilakukan secara manual oleh para pekerja perempuan.
Ia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ketelitian dan ketekunan para pekerja dalam menjalani tugas yang memerlukan konsentrasi tinggi serta keahlian yang memadai. "Saya melihat dengan jelas dedikasi para pekerja perempuan ini dalam menjalankan tugas mereka dengan teliti dan penuh konsentrasi. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga keberlangsungan industri," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Khofifah kembali menekankan pentingnya peran perempuan di dunia kerja, khususnya dalam sektor-sektor yang menjadi fondasi perekonomian daerah. Ia berharap bahwa para pekerja perempuan dapat terus memberikan kontribusi aktif, baik di tingkat lokal maupun nasional. "Saya melihat semangat kerja mereka yang tinggi, bekerja sama dengan penuh dedikasi," tutupnya.
ANTARA
Peran Strategis Perempuan dalam Industri SKT di Jatim
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
Komentar (0)
Memuat komentar…







