SEMARANG –
**Borneonews - Klaten**, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi telah memutuskan untuk mengerahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam rangka menyelidiki insiden kecelakaan yang melibatkan sebuah *speedboat* yang terbakar di Maluku Utara. Pada kesempatan yang sama, Budi Karya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Basarnas mengenai langkah-langkah penyelamatan yang mesti diambil. Dalam pernyataannya, ia menekankan prioritas utama adalah keselamatan penumpang. Meskipun terdapat beberapa penumpang yang berhasil selamat, sayangnya ada pula korban jiwa yang tidak dapat diselamatkan. “Berkaitan dengan penyelidikan penyebab kecelakaan, kami akan melibatkan KNKT untuk bekerja sama dengan aparat kepolisian guna mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut,” ujarnya. Menteri Perhubungan juga menyatakan bahwa kejadian tragis ini harus menjadi pelajaran penting bagi operasional kapal di Maluku Utara. Ia mencatat bahwa wilayah tersebut masih memiliki banyak aktivitas dengan kapal-kapal berkecepatan tinggi, namun aspek keamanan harus tetap dijadikan prioritas utama. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa perlu adanya penatausahaan ulang di berbagai aspek, termasuk pengaturan izin dan pemenuhan standar keselamatan yang harus dijunjung tinggi. Sebelumnya, insiden ini melibatkan *speedboat* bernama Bela 72 yang mengangkut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 4, Benny Laos dan Sabrin Sehe, beserta tim mereka. Kapal tersebut terbakar saat bersandar di Pelabuhan regional Bobong, yang terletak di Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada hari Sabtu, 12 Oktober. Kepala Basarnas Ternate, Fathurahman, mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut terjadi saat Benny Laos dan rombongannya berada di lokasi. Tragisnya, insiden ini mengakibatkan Benny Laos kehilangan nyawanya. ANTARA