SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pakar ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Hairul Anwar, menyoroti perkembangan terbaru mengenai pemanfaatan layanan *paylater* atau sistem beli sekarang bayar nanti. Dia mengemukakan sejumlah solusi agar masyarakat bisa menggunakan layanan ini secara bijak. Hairul menekankan pentingnya kesadaran bahwa setiap penggunaan *paylater*, dengan membayar di bulan mendatang, sebenarnya dapat mengurangi kemampuan belanja seseorang pada waktu mendatang. Hal ini disampaikan Hairul Anwar dalam sebuah pernyataan di Samarinda, Kalimantan Timur, pada hari Minggu. Dia menguraikan bahwa salah satu daya tarik utama dari *paylater* terletak pada kemudahan akses dan proses transaksinya yang cepat. Namun, kemudahan ini sering menyebabkan masyarakat mengabaikan potensi risiko dan konsekuensi yang mungkin dihadapi di masa depan, yang dapat berakibat fatal bagi keuangan pribadi mereka. Dalam analisisnya lebih lanjut, Hairul memberi saran bahwa penggunaan *paylater* sebaiknya difokuskan untuk kebutuhan yang bersifat produktif dan bukan untuk konsumsi yang tidak mendesak. Misalnya, ia menjelaskan bahwa pembelian barang kebutuhan pokok seperti beras sebaiknya dilakukan tanpa menunda, sementara pembelian barang yang lebih mewah, seperti smartphone, perlu dipertimbangkan dengan matang. Selanjutnya, Hairul menegaskan pentingnya manajemen keuangan dan pengelolaan arus kas ketika menggunakan *paylater*. Masyarakat harus lebih memahami dan cermat dalam memanfaatkan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh layanan ini agar tidak mengalami kerugian di masa depan. Dia juga menekankan pentingnya keterbukaan dan perencanaan keuangan dalam keluarga. Hairul menyarankan agar anggota keluarga berdiskusi mengenai pendapatan dan alokasi dana untuk kebutuhan dasar, tabungan, dan pengeluaran lainnya. Dalam analisa yang lebih mendalam, Hairul menggambarkan perbedaan dalam pola penggunaan *paylater* antara individu dengan pendapatan tetap dan tidak tetap. Mereka yang berpenghasilan tetap cenderung lebih teratur dalam pengelolaan keuangan karena sudah memahami dengan jelas berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran yang harus dikelola setiap bulan. Di sisi lain, mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap perlu lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, mengingat ketidakpastian jumlah pendapatan yang diterima. Hairul menekankan pentingnya mencatat setiap pendapatan dan pengeluaran sebagai langkah awal yang krusial dalam manajemen keuangan. "Dengan mencatat semua pengeluaran, baik yang dilakukan secara tunai maupun melalui *paylater*, kita dapat mengontrol dan memahami di mana uang kita dialokasikan," ujarnya. Lebih lanjut, Yulianta, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan di OJK Kaltim, menjelaskan tentang manfaat serta risiko terkait penggunaan *paylater*. Dia menekankan bahwa *paylater* memungkinkan konsumen untuk menunda pembayaran, yang dapat dilakukan baik sekaligus maupun dicicil. Dia mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang pesat dan maraknya lokapasar atau pasar daring telah memunculkan berbagai alternatif metode pembayaran, termasuk *paylater*. Yulianta mencatat bahwa *paylater* menjadi solusi bagi konsumen yang tidak memiliki dana tunai atau memilih untuk mencicil pembayaran. Dia juga menyoroti beberapa manfaat dari *paylater*, antara lain kemudahan dalam berbelanja, terutama pada platform *online*. Selain itu, bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana, *paylater* dapat membantu dalam mengatur arus kas. "Piggybacking pada penggunaan *paylater* dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh akses kredit dari lembaga keuangan. Dengan membangun riwayat kredit yang baik melalui *paylater*, konsumen akan berkesempatan untuk mengajukan permohonan kredit yang lebih besar di masa mendatang," tandasnya. ANTARA