KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo**, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menetapkan sebanyak 1.000 pekerja yang termasuk dalam kategori rentan untuk menerima bantuan iuran jaminan sosial (jamsos) ketenagakerjaan pada tahun 2024. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UMKM Manggarai Barat, Theresia P Asmon, menjelaskan bahwa pekerja rentan sangat mudah terjerumus ke dalam kemiskinan. Terlebih lagi, mereka yang mengalami risiko kerja sering kali tidak memiliki perlindungan jaminan sosial, terutama bagi pekerja informal. "Cakupan perlindungan untuk pekerja informal sangat rendah," ungkapnya saat dihubungi di Labuan Bajo. Penetapan jumlah penerima bantuan tersebut dituangkan dalam dokumen resmi Keputusan Bupati Manggarai Barat, yang tertera pada Nomor: 298/KEP/HK/2024. Keputusan ini ditandatangani oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, pada tanggal 3 September 2024. Program bantuan ini berfokus pada pekerja informal, mereka yang berasal dari keluarga miskin, kepala keluarga dengan banyak tanggungan, serta keluarga dengan anggota penyandang disabilitas dan keluarga perempuan. Ney Asmon juga menyampaikan bahwa penerima bantuan tersebut tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Dalam detailnya, mayoritas dari penerima bantuan adalah petani dengan jumlah mencapai 925 orang, disusul oleh nelayan sebanyak 66 orang, dan sembilan orang yang bekerja sebagai pekerja lepas. Sebelumnya, pemerintah daerah hanya memberi perhatian pada tenaga kontrak daerah, kepala desa, dan perangkat desa dalam hal pembayaran iuran. Namun, mulai tahun 2023, pembiayaan iuran bagi pekerja rentan telah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan mengacu pada data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Ney Asmon juga mengungkapkan bahwa total anggaran untuk program iuran jamsos ketenagakerjaan ini lebih dari Rp200 juta, yang akan disalurkan langsung ke BPJS Ketenagakerjaan. "Kami berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jiwanya sebagai pekerja atau penggerak roda ekonomi dapat meningkat," tuturnya. Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berinisiatif untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan prevalensi stunting dengan berkolaborasi bersama platform digital *WeCare.id*. Laman khusus telah diluncurkan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana. "Bupati telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan *WeCare.id* untuk menggalang dana demi pekerja rentan di Mabar," jelasnya. ANTARA