JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa partainya akan tetap menjadi bagian dari pendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut disampaikan meskipun NasDem tidak akan mengusulkan nama-nama untuk mengisi posisi di kabinet. Hermawi menjelaskan bahwa NasDem telah secara konsisten menunjukkan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo. "NasDem adalah pendukung pemerintahan Prabowo, hal ini sudah kami nyatakan berkali-kali kepada publik," ujarnya saat dihubungi pada hari Minggu. Dia menambahkan bahwa keputusan untuk tidak mengajukan nama calon menteri merupakan pilihan strategis dari NasDem saat ini. Meskipun begitu, komitmen NasDem untuk mendukung pemerintahan tetap tidak berubah. Menurutnya, menjadi bagian dari kabinet bukanlah hal yang paling krusial bagi partai. "Yang lebih penting adalah pemikiran dan kontribusi kami bisa diterima dan diimplementasikan oleh pemerintahan Prabowo," ungkapnya. Hermawi juga menjelaskan bahwa fokus partai bukan hanya pada posisi kabinet, tetapi lebih pada bagaimana gagasan-gagasan mereka dapat berkontribusi pada kemajuan pemerintahan. "NasDem memang tidak mengirim nama untuk anggota kabinet, karena yang lebih penting bagi kami adalah sumbangan pemikiran kami bisa diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah," jelasnya. Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI, sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan informasi terkait jumlah kementerian yang akan ada dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyebutkan bahwa kabinet ini diharapkan akan terdiri dari sekitar 44 hingga 46 kementerian. "Saya nanti masih mau menghitung finalisasinya, jumlahnya berapa," katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat. Dasco mencontohkan bahwa nomenklatur kementerian-kementerian yang akan dibentuk bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi masing-masing kementerian dengan maksimal, sehingga mampu memberi manfaat nyata bagi rakyat. Selain itu, jumlah kementerian ini akan diarahkan untuk memenuhi janji-janji kampanye Prabowo Subianto melalui program-program yang telah dicanangkan. "Asta Cita dan 17 Program Aksi, yang kemudian akan diimplementasikan pada kementerian-kementerian, baik yang *existing* maupun kementerian yang dipecah menjadi kementerian baru," tambahnya. Ini menunjukkan keseriusan dalam memperkuat struktur pemerintahan demi mencapai tujuan yang telah direncanakan. ANTARA